Berita Jambi
Hadapi Puncak Musim Kemarau, Pemprov Minta KLHK Lakukan Modifikasi Cuaca di Jambi
Apalagi saat ini prediksi BMKG puncak musim kemarau berada di September ini. Maka curah hujan akan nyaris tidak ada
Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sekda Provinsi Jambi Sudirman berharap Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bisa membantu untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan di Provinsi Jambi.
Sebab, Provinsi Jambi masih dalam kategori daerah yang rawan karhutla dikhususkan di lahan gambut.
Apalagi saat ini prediksi BMKG puncak musim kemarau berada di September ini. Maka curah hujan akan nyaris tidak ada.
“TMC sudah tiga kali ya dilakukan di Provinsi Jambi. Pertama oleh WKS, BRGM dan ketiga BNPB, jika diakumulasi ketiganya hampir 50 ton garam yang sudah ditaburkan,” katanya, Selasa (12/9/2023).
Sudirman bilang akan mengajukan kepada kementrian terkait untuk dilakukan TMC di Jambi.
Diakui Sudirman, untuk biaya TMC ini tidak sedikit dan pemerintah daerah tidak mengalokasikan biaya TMC di APBD.
“Mudah-mudahan ada partisipasi dari swasta bisa membantu karena sama-sama untuk mengamankan wilayah Jambi dari karhutla,” pungkasnya.
Sebelumnya, rekomendasi BMKG untuk menciptakan hujan buatan di Provinsi Jambi yaitu dimulai dasarian II September.
Kepala BMKG Provinsi Jambi, Ibnu Sulistiyo menjelaskan potensi awan hujan tinggi lebih dari 70 persen bisa dilakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC).
“Update terkini informasi perkembangan cuaca di September ini di awal kita lihat bahwa kondisi perkembangan awan hujan kurang dari 70 persen, namun dimulai dasarian II hingga III itu ada kemungkinan beberapa wilayah memiliki potensi awan hujan tinggi lebih dari 70 persen,” katanya pada Sabtu (2/9/2023) lalu.
BMKG menyarankan pada dasarian II-III September dimulai kegiatan TMC lagi di Jambi. Sebab direntang waktu itu masih ada potensi awan hujan tinggi dan itu bisa untuk diusulkan menjadi hujan buatan.
“Sedangkan awal September atau dasarian I belum bisa dilakukan karena masih di bawah 50 persen untuk pertumbuhan awan hujannya. Idealnya lebih dari 70 persen pertumbuhan awan,” pungkasnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Ciptakan Hujan Buatan di Jambi, BMKG Sarankan TMC Dilakukan di Dasarian II September
Baca juga: BMKG Jambi Rekomendasikan Hujan Buatan Dilakukan Akhir Agustus 2023
Baca juga: 16 Ton Garam Disemai untuk Hujan Buatan di Jambi, Kepala BPBD Sebut Masih Terdapat Bibit Awan
Satresnarkoba Polresta Jambi Tangkap WN, Amankan 7 Paket Sabu dari Kotak Rokok hingga Lipatan Baju |
![]() |
---|
Terminal Rawasari Jambi Kini Hidup Kembali, Jadi Pusat Festival dan Kegiatan Warga |
![]() |
---|
Bandel PKL di Jalan Orang Kayo Pingai Jambi Nekat Berjualan Meski Sudah Ditertibkan |
![]() |
---|
Trans Bahagia Jadi Sarana Edukasi Anak TK di Kota Jambi |
![]() |
---|
Gubernur Jambi Terima BAZNAS Awards 2025, Komitmen Tingkatkan Pengelolaan Zakat Daerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.