Berita Merangin

Ibu Muda di Merangin Ditangkap Polisi Karena Beli Beras 7 Ton dari Lampung Tapi Tidak Bayar

Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan fakta adanya unsur tindak pidana.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi.com/istimewa
SY, seorang ibu muda di Merangin diamankan polisi karena lakukan penipuan dan atau penggelapan 

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Unit Reskrim Polsek Lembah Masurai, Polres Merangin, mengamankan SY (30) seorang ibu muda yang tinggal di Dusun Sungai Tebal, Desa Nilo Dingin, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin.

Perempuan itu diamankan Kamis (7/9/2023) sekira pukul 09.00 WIB.

SY diamankan oleh unit Reskrim Polsek Lembah Masurai, berdasarkan laporan polisi dari korban yakni Suparto (51) warga RT 01 RW 01 Dusun 1 Desa Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu tanggal 2 Oktober 2021 sekira pukul 15.00 WIB, tersangka SY menghubugi korban melalui handphone dengan maksud memesan beras kepada pelapor sebanyak 7 ton.

Setelah beras dikirim beserta nota pengiriman dan diterima oleh tersangka, kemudian tersangka tidak membayarkan uang hasil penjualan beras tersebut. Sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp360 juta.

Kapolsek Lembah Masurai, Iptu Rezi Darwis, saat dikonfirmasi mengatakan, sebelumnya pada Senin 14 Agustus 2023, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, terkait adanya peristiwa penipuan atau penggelapan.

Setelah mendapat laporan tersebut kata Kapolsek, dirinya memerintahkan unit Reskrim untuk melakukan penyelidikan perihal laporan tersebut.

Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan fakta adanya unsur tindak pidana. Sehingga tersangka langsung diamankan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Ya, sebelumnya kami dapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. Dan, berdasarkan laporan tersebut, setelah dilakukan penyelidikan kami menemukan adanya unsur pidana. Sehingga tersangka langsung kami amankan. Namun demikian, kami tetap membuka peluang bagi kedua belah pihak untuk melakukan perdamaian," sebut Kapolsek.

Baca juga: Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi Benarkan Soal Penggelapan Uang Jenazah: Ini Kasus Lama

Baca juga: Aisyah Terpaksa Kurangi Porsi Makan, Dampak Harga Beras Naik di Jambi

 

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved