Karhutla Jambi
Dalami Kasus Karhutla di Sebapo Muaro Jambi, Polisi Periksa Beberapa Orang
Polsek Mestong melakukan penyelidikan terhadap kasus kebakaran lahan yang ada di Desa Sebapo Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi.
Penulis: Muzakkir | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Polsek Mestong melakukan penyelidikan terhadap kasus kebakaran lahan yang ada di Desa Sebapo Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi.
Saat ini, pihaknya telah memanggil beberapa orang saksi yang mengetahui kejadian itu, selain itu, pihaknya juga memanggil pemilik lahan.
Mereka yang dipanggil diantaranya A (44) tahun, warga RT 23, Desa Sebapo, A (40) warga RT 21 Desa Sebapo, M (48) warga RT 11 Desa sebapo, dan D (19) warga RT 15 Desa Sebapo Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi.
"Pemilik lahan M Andri Saputra (30) juga sudah kita mintai keterangannya. Untuk sebab akibat terjadinya kebakaran, masih dalam lidik," kata Kapolsek Mestong AKP Taroni Zebua.
Meski telah memanggil sejumlah saksi, namun pihaknya belum menetapkan siapa tersangka atas kasus kebakaran lahan tersebut.
"Masih kita dalami," katanya lagi.
Baca juga: Karhutla di Tanjabtim Kembali Terjadi di Kecamatan Sadu
Baca juga: Ditinggal Anies, AHY: Kita Harus Segera Move On, Demokrat Siap Menyongsong Peluang Baik Didepan
Setelah empat hari berjibaku memadamkan api di Desa Ramin, kini tim kembali berjibaku memadamkan api di Desa Sebapo Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (3/9/2023) sore.
Puluhan orang personil gabungan dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar lahan sawit yang baru ditanam oleh warga.
Dugaan sementara, api yang berkobar disana sengaja dihidupkan oleh warga. Namun demikian, belum diketahui pasti apa tujuannya menghidupkan api tersebut.
Kapolsek Mestong AKP Taroni Zebua ketika dikonfirmasi menyebut, lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan perkebunan sawit warga. Kondisinya baru ditanam.
"Lahan yang terbakar sekitar tiga hektar," kata AKP Taroni Zebua. Senin (4/9).
Beruntung lahan yang terbakar tersebut merupakan lahan mineral, jadi proses pemadaman tidak begitu sulit. Beda jika seandainya lahan jenis gambut, kemungkinan tiga hektar tersebut bisa lebih dari dua hari.
Untuk memadamkan api satu waterbombing diturunkan dan dibantu dengan personil darat dengan mesin pompa air.
"Sekarang api sudah padam," imbuhnya. (Tribunjambi.com/Muzakkir)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Karhutla di Tanjabtim Kembali Terjadi di Kecamatan Sadu
Baca juga: Mayang Akhirnya Minta Maaf Buntut Tertawakan Upacara Kemerdekaan HUT RI ke 78
Baca juga: Harga Beras di Jambi Berangsur Naik Kisaran Rp 1.000-4.000 per Kg
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.