Berita Jambi
Tambah Pasokan Air di Area Gambut, Danrem 042/Garuda Putih Cek Water Intake Guna Cegah Karhutla
Akibat defisit air yang sangat cepat oleh proses evapotranspirasi karena curah hujan yang semakin kecil.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di tengah ketersediaan air gambut terus menyusut, diharapkan penggunaan water intake dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Supriono, selaku Plh Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi menuturkan, adapun tujuan dari water intake tersebut adalah untuk menambah pasokan air, terutama di areal Gambut.
Akibat defisit air yang sangat cepat oleh proses evapotranspirasi karena curah hujan yang semakin kecil.
Selain itu kata Danrem, juga untuk menjamin ketersedian air saat musim kemarau serta menjaga kelembaban gambut agar tidak mudah terbakar.
Juga untuk Rewetting Area pada saat musim kemarau serta menjaga Tinggi Muka Air Tanah (TMAT).
"Kita mengharapkan, dengan kerjasama dan saling bahu-membahu sehingga role model water intake yang telah kita buat ini, dapat menjaga ketersediaan air guna mencegah Karhutla," paparnya.
"Skemanya yang dilakukan kalau cuaca tidak begitu ekstrim yaitu sekat kanal, sumur bor dan revegetas, namun apabila cuaca ekstrim dilakukan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca), jika masih ada awan dan dilakukan Intake," jelasnya.
Dimana target luas rencana areal yang akan di Rewetting sebanyak 40 ribu hektare. Adapun Pompa Air yang digunakan yaitu 5 unit Centrifugal Pump 01 (Jenis Pompa Custom engine Colt Diesel 4 Silinder 125 PS/2.900 rpm, In-Out 10 Inc) dengan kapasitas 18.000 liter/menit, waktu operasi 20 jam/hari dan konsumsi BBM 5 s.d 7 liter/jam.
Selain itu, 3 unit sentripugal Pump 02 (Jenis Pompa Custom engine Isuzu 4JB1 4 silinder 1.500 rpm, In-Out 10 Inc) dengan Kapasitas 12.000 liter/menit, waktu Operasi 20 jam/Hari dan Konsumsi BBM 4 s.d 5 liter/jam.
"15 unit Bazooka Pump (Jenis Pompa Custom engine Yanmar 1 silinder In-Out 10 Inc) dengan kapasitas 2.400 liter/menit, waktu operasi 20 jam/hari dan konsumsi BBM 5 s.d 7 liter/jam," beber Danrem.
Inspeksi Kesiapan Personel
Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI Supriono, yanng juga Plh Dansatgas Karhutla Provinsi Jambi bersama Kasi Ops Korem melakukan inspeksi Satgas Karhutla. Inspeksi tersebut dilakukan baik yang berada di Pos maupun di lapangan, guna untuk memantau secara ril kondisi terakhir penanganan Karhutla di Provinsi Jambi.
Inspeksi yang dilakukan kali ini, yaitu untuk melihat kesiapan personel maupun alat perlengkapan yang ada di pos-pos Karhutla dan meninjau langsung Proyek Water Intake Air Sungai Batanghari milik PT Wira Karya Sakti (WKS) yang berada di Distrik VII, Desa Rukam Kecamatan Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, yang digunakan untuk Rewetting Areal (pembasahan kembali area) untuk mencegah terjadi Karhutla.
Danrem 042/ Gapu mengatakan, water intake adalah tempat yang sangat efektif untuk mengambil air yang nantinya dapat digunakan apabila daerah tersebut kekurangan air terutama di lahan-lahan gambut.
Intek ini sangat efektif untuk digunakan dalam memenuhi ketersediaan air. Di sini memiliki 3 mesin pompa air yg mampu membasahi 40.000 hektare area intake.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Penanganan-Karhutla-Danrem-042Gapu-Cek-Posko-dan-Intake-untuk-Wilayah-Rawan-Pasokan-Air.jpg)