Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 29 Agustus 2023 - Standar Maksimal dalam Hidup

Bacaan ayat: Filipi 1:21 (TB) Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 29 Agustus 2023 - Standar Maksimal dalam Hidup

Bacaan ayat: Filipi 1:21 (TB) Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Seorang binaragawan tahu persis bahwa untuk membentuk otot diperlukan kerja keras dan ketekunan dalam berlatih. Berat bebanpun harus ditambah setiap kali beban yang dipakai telah terasa ringan.

Atau sengaja ditambah meskipun beban yang lalu masih terasa berat. Tujuannya untuk memecah masa otot.

Ketika masa otot rusak, maka mekanisme pertahanan tubuh akan membentuk otot baru yang lebih besar.

Disini asupan protein sangat diperlukan agar otot dapat segera pulih dan terbentuk dengan baik.

Demikian seterusnya, sampai pada puncak beban maksimal. Jika itu terjadi maka beban ringan tidak akan menjadi kendala untuk diangkat.

Otot terbiasa dengan beban 100 kg, maka beban 50 kg tidak akan ada artinya.

Paulus memiliki rumusan iman yang unik ketika ia menulis, "Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."

Hidup adalah Kristus. Ini menjadi beban maksimal yang ia pikirkan ketika menjadi orang Kristen.

Dengan menyatakan hidup adalah Kristus, maka ia telah selesai dengan dirinya sendiri. Segala prestasi dan prestice, baginya tiada lagi sebab telah melebur dalam Kristus.

Ia tidak disibukkan dengan persoalan-persoalan direndahkan, diejek, dikhianati, dihina, dianiaya, dan seterusnya. Baginya, itu tidak lagi menjadi kendala lagi.

Apalagi, ia kemudian menyandingkan dengan pernyataan bahwa mati adalah keuntungan; ia siap dengan konsekuensi terakhir atas apa yang ia imani yaitu kematian.

Ia telah memahaminya sebagai keuntungan, maka wajar jika ia tampil sebagai tentara Injil yang dengan gagah berani mewartakan Injil kemanapun ia pergi.

Penderitaan, aniaya, kesesakan, ancaman, dan berbagai-bagai kemungkinan lain, yang bisa mengarahkannya pada kematian, itu tidak lagi berpengaruh.

Ia telah mendedikasikan hidupnya secara utuh dan menyeluruh kepada Kristus dengan memberitakan Injil.

Beban maksimal karena Injil, ia rela menanggungnya, apalagi sekedar penderitaan!

Sebagai pengikut Kristus, kita harus siap dengan beban maksimal. Setiap hari kita harus siap dengan beban maksimal tersebut, sehingga kita dapat fokus pada tugas yang harus dikerjakan.

Kita tidak akan disibukan dan direpotkan dengan hal-hal sekunder, bahkan sepele dalam hidup.

Setiap hari jadikan Kristus hidup dalam kehidupan kita, sehingga kapanpun Ia akan panggil kita, kita kedapatan telah siap.

Lakukan segala hal dengan sungguh-sungguh. Fokus pada tugas membawa kabar pengharapan. Amin

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Palembang Siloam

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved