WAWANCARA EKSKLUSIF

Adian Napitupulu: Kenapa Lu Begitu Bud?

Saya tidak setuju pendapatmu, tapi hal menyampaikan pendapat akan saya bela sampai mati. Tapi jangan salah, saya sampai pada posisi ini tidak sendiri

Editor: Duanto AS

Jalan terus dong. PDIP pernah menghadapi situasi yang lebih parah, lebih sulit tahun 1996, kita buktikan kita bisa melewati situasi itu.

Situasi yang belum pernah dialami oleh sekian partai-partai lain. Direpresi, ditangkapi, dikejar, disegala macam.

Ini pertanyaan pamungkas, ketika nanti ada kesempatan bertemu dengan Bang Budiman, yang ingin abang tanyakan apa kira-kira?

Sama Budiman, kenapa lu begitu, Bud?

Saya tidak setuju pendapatmu, tapi hal menyampaikan pendapat akan saya bela sampai mati.

Tapi jangan salah, saya sampai pada posisi ini tidak sendirian.

Ada banyak orang yang berkorban untuk ide-ide itu, untuk situasi yang kita dapatkan hari ini.

Apa benar juga, abang banyak menerima kekecewaan dari para aktivis 98 tekait sikapnya Budiman Sudjatmiko?

Kita bisa browsing di media, berapa banyak mereka konferensi pers, mereka di sosial media, bagaimana mereka mengungkapkan kekecewaan itu, itu kan banyak.

Belum yang ngomong langsung ke saya kan banyak.

Yang ngomong langsung ke Bang Adian, kekecewaannya karena apa?

Ya, banyak, kenapa. Ada banyak peristiwa yang belum terungkap, yang kemudian harus dijelaskan oleh negara dan pengakuan bahwa itu adalah pelanggaran HAM berat itu sudah diakui oleh negara kan.

Satu dari 12 pelanggaran HAM berat itu. Kita selesaikan dulu pengungkapannya.

Ada peristiwa, saat itu 189 perempuan diperkosa dalam satu hari, diperkosa, dan sampai 25 tahun tidak ada pelakunya.

Ada ratusan orang meninggal terbakar, di Klender, sampai hari ini tidak ada pelakukanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved