Senin, 18 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Dua Desa di Kecamatan Sadu Tanjabtim Rawan Konflik Harimau, Belasan Ternak Pernah Diserang

Kasus terbaru, pada beberapa waktu lalu ada penyerangan harimau terhadap ternak warga. Belasan ekor kambing warga menjadi sasaran si loreng.

Tayang:
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT
Ilustrasi Harimau sumatra. 

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran warga di sana.

"Informasi awal, ada sejumlah hewan ternak yang mati akibat dimangsa. Ada kambing juga. Tim akan mengecek dan melakukan verifikasi jumlahnya," kata Faried yang kala itu menjabat Kasi Wilayah III BKSDA Jambi.

Faried menjelaskan titik wilayah konflik harimau-manusia itu bukanlah habitat Harimau sumatra.

Meski demikian, jarak lokasi dengan Taman Nasional Berbak Sembilan (TNBS) berkisar 3 kilometer.

Dia menuturkan populasi harimau di hutan terakhir kawasan gambut itu diperkirakan sekira 27 ekor.

"Di luar taman nasional. Jaraknya Sekitar 3 kilometer. Hewan ternak dimangsa di kandang," jelasnya. (usn/can)

Mitigasi Konflik

Guna menghindari terjadinya konflik manusia dan harimau di dua desa itu semakin dalam, Perkumpulan Wahana Mitra Mandiri Jambi membentuk Kelompok mitigasi konflik satwa yang melibatkan masyarakat sekitar.

"Kelompok tersebut terdiri dari 40 orang warga sekitar, yang tersebar di Desa Air Hitam dan Desa Remau Baku Tuo," ujarnya saat peringatan Global Tiger Day atau Hari Harimau Sedunia pada 29 Juli 2023 lalu.

Di masing-masing desa atau satu kelompok, terdiri dari 20 orang.

Tujuan pendirian kelompok tersebut untuk menjadi ujung tombak pertama kali ketika terjadi konflik manusia-satwa di desanya.

Kelompok itu akan mengumpulkan data-data lapangan, kemudian melaporkan ke Perkumpulan Wahana Mitra Mandiri yang kemudian meneruskan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Provinsi Jambi.

"Tentunya kelompok-kelompok tadi tidak hanya dibentuk begitu saja, melainkan juga sudah dibekali dan diberikan pelatihan-pelatihan lainnya. Mulai cara mengambil data dan jejak-jejak harimau, serta lainnya," ujar Jose Chua.

Selain itu, untuk solusi lain, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pemasangan perangkap, sehingga harimau yang berkeliaran dapat ditangkap dan dilepas lagi jauh ke dalam hutan.

"Selain itu kita sekali juga mereka dengan meriam tembak, tujuannya untuk menimbulkan suara besar sehingga harimau yang masuk kampung bisa dihalau atau diusir menjauh dengan meriam tadi. Tapi itu bukan untuk membunuhnya," tandasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved