Berita Jambi
Dua Desa di Kecamatan Sadu Tanjabtim Rawan Konflik Harimau, Belasan Ternak Pernah Diserang
Kasus terbaru, pada beberapa waktu lalu ada penyerangan harimau terhadap ternak warga. Belasan ekor kambing warga menjadi sasaran si loreng.
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua desa di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur, yaitu Air Hitam Laut dan Remau Bamu Tuo, menjadi lokasi konflik antara manusia dan satwa harimau sejak beberapa tahun terakhir.
Biasanya, di wilayah tersebut manusia dan harimau hidup berdampingan. Namun, beberapa waktu lalu terjadi kasus harimau memasuki kawasan perkampungan, hingga menyerang ternak warga.
Manager Biodiversity Perkumpulan Wahana Mitra Mandiri, Jose Chua, menilai persoalan tersebut terjadi karena beberapa faktor, mulai alami hingga ulah manusia.
Menurut Jose, beberapa tahun lalu, pada 2021-2022, memang terdapat virus yang menyerang hewan babi hutan yang mengakibatkan kematian massal.
Secara tidak langsung, itu berdampak pada sumber makanan harimau.
Namun, kondisi sumber makanan saat ini sudah kembali pulih.
Sementara faktor kelalaian manusia, di antaranya pengembangan kawasan usaha atau perusahaan yang membuka jalur atau lahan baru yang berdampingan kawasan ataupun masih masuk teritorial harimau.
Lahan baru yang dibuka perudahaan terbilang cukup luas, dari kawasan Air Hitam Laut memanjang hingga ke kawasan Pantai Cemara.
Secara teritorial, itu memang masih masuk kawasan satwa harimau.
"Jadi sebenarnya, bukan harimau yang keluar, melainkan wilayah teritorial mereka terusik. Karena sifat harimau itu, mereka memiliki daerah kekuasaan yang selalu jalur patroli setiap hari. Ketika daerahnya digusur, dia akan tetap patroli dan mengamankan wilayahnya," jelasnya.
Jose menjelaskan dua desa di Kecamatan Sadu tersebut memang menjadi wilayah fokus pendampingan terkait konflik satwa harimau.
Kasus terbaru, pada beberapa bulan lalu ada penyerangan harimau terhadap ternak warga. Belasan ekor kambing warga menjadi sasaran si loreng.
"Karena tidak dipungkiri konflik di dua desa tadi memang sangat tinggi terlebih di Desa Air hitam," bebernya.
Dekat TNBS
Berdasarkan catatan, pada Agustus 2022 lalu, warga Sungai Cemara, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur diresahkan kemunculan harimau yang memangsa 16 kambing ternak warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/satu-ekor-harimau-berhasil-diamankan-di-desa-guguk-kecamatan-renah-pembarap-merangin.jpg)