Polisi Tembak Polisi

Ternyata Bripda Igatius Sempat Video Call Keluarga dan Kekasih, 40 Menit Sebelum Tertembak

Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, anggota Polri yang tewas tertembak seniornya ternyata menelopon keluarga dan kekasih 40 menit sebelum meninggal.

|
Editor: Darwin Sijabat
Tribun Pontianak/Kolase Tribun Jambi
Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage, anggota Polri yang tewas tertembak seniornya ternyata menelopon keluarga dan kekasih 40 menit sebelum meninggal. 

"Tidak benar ada penembakan. Tidak ada (pertengkaran)," kat Aswin dalam keterangannya, Kamis, dilansir Wartakotalive.com.

Lebih lanjut, Aswin menjelaskan Bripda Ignatius tewas tertembak karena kelalaian seniornya yang sama-sama anggota Densus 88.

Aswin menuturkan, Bripda Ignatius tertembak saat seniornya mengeluarkan senjata api (senpi) dari dalam tas.

Nahas, senpi itu kemudian meletus dan mengenai Bripda Ignatius.

Baca juga: 16 Tahun Mengabdi Sebagai Honorer di Batanghari, Usnan Tanjung Akhirnya Dilantik Sebagai PPPK

"Peristiwanya adalah kelalaian, pada saat mengeluarkan senjata dari tas, sehingga senjata meletus dan mengenai anggota lain di depannya," kata Aswin.

Kronologi Versi Keluarga dan Penyidik

Berikut penjelasan kronologi tewasnya Bipda Ignatius Dwi Frisco Sirage menurut pihak keluarga dan penyidik.

Dari keluarga, sang ayah, Y Pandi menjelaskan awal mula sebelum terjadinya penembakan atau tertembak itu.

Dia menyebutkan bahwa ada tiga orang yang mendatangi putranya sebelum anaknya tewas.

Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage diketahui tewas tertembak oleh seniornya di Rusun Polri Cikeas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/7/2023).

Atas tewasnya anggota Densus 88 Mabes Polri itu, pihak kepolisian telah menetapkan dua orang tersangka, yakni Bripda IMS dan Bripka IG.

Y Pandi mengatakan, bukan hanya dua orang tersebut yang diduga terlibat dalam kematian putranya, melainkan tiga orang.

"Penyidik dari Densus 88 mereka mengatakan bahwa awalnya anak saya ini didatangi oleh seniornya itu tadi, dari keterangan tim penyidik itu sebenarnya didatangi tiga orang tapi saya nggak tau kenapa jadi dua orang (tersangka)," kata Pandi, dikutip dari youTube KompasTV, Jumat (28/7/2023).

Ketiga senior Bripda Iganatius di Densus 88 tersebut, kata Pandi, diduga dalam keadaan mabuk.

"Yang jelas pada saat kejadian itu, mereka tiga ini dalam kondisi mabuk," ujar Pandi.

Baca juga: Cheat GTA San Andreas PS2 atau PC Paling Lengkap di Dunia, Ada Motor Sport hingga Anak Presiden

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved