Connie Kaget Lihat Panji Gumilang Bikin Kapal 70 Meter di Galangan Milik Al Zaytun Sendiri

Connie kaget mendengarnya. Kemudian ia membuat pesan terbuka di aplikasi WhatsApp. Panji Gumilang ingin menamai kapalnya dengan nama...

Editor: Duanto AS
Tangkap Layar YouTube Al Zaytun Official
Penampakan saat Syekh Panji Gumilang, pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun memamerkan galangan kapal megah miliknya 

Berdasarkan sejumlah dokumen yang ia baca, kata Connie, Perusahaan Hindia Timur Belanda atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada masanya telah mematikan kemampuan membuat kapal dengan mematikan bisnis galangan kapal di seluruh Indonesia.

Dengan demikian, kata dia, munculnya kesadaran untuk bikin galangan kapal dari Al Zaytun membuatnya senang.

Pasalnya Panji Gumilang telah memikirkan ekonomi biru dan mendorong terwujudnya poros maritim dunia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

"Ini latar belakang biar clear dulu, soalnya jadi beritanya aku orang Al Zaytun, nyai-nyai Al Zaytun," kata Connie ketika dihubungi Tribunnews.com pada Jumat (21/7).

"Terus tiba-tiba ada yang menghubungi ke saya, wartawan senior. Dia bilang dia pernah menulis bukunya Panji Gumilang. Jadi minta izin nomor aku diberikan kepada Sespri (sekretaris pribadi)-nya.

Ya sudah berikan saja, karena aku juga mau komplain, kenapa mau pakai nama aku, bikin ramai saja, begitu kan," sambung dia.

Sekretaris pribadi Panji Gumilang, kata Connie, kemudian menghubunginya dan mengatakan sebenarnya telah membuat surat untuk meminta izin menamai nama kapal buatan Al Zaytun dengan namanya.

Namun demikian, kata dia, pihak Al Zaytun tidak tahu harus mengirimkannya ke mana mengingat mereka tidak mengenal Connie.

"Aku bilang, saya itu nggak percaya anda bisa bikin kapal. Karena saya kemarin launching KRI Bung Karno saja, itu sudah masuk Indhan ya, Industri pertahanan, kapal 72 meter itu saja susah. Baru kali ini setahun bisa bikin satu," kata dia.

"Kapal anda mau bikin sekian ratus meter, galangan apa yang Anda punya?

PT PAL saja nggak mau bikin kapal segede itu.

Aku bilang gitu kan. Aku ini kan orangnya logic saja.

Ya sudah, terus dia bilang, oh Bu kapan mau datang. Anytime aku bilang, begitu ini saya akan datang," sambung dia.

Kebetulan, kata dia, Al Zaytun ingin mengadakan acara perayaan Tahun Baru Islam atau 1 Syuro.

Pihak Al Zaytun, kata dia, kemudian mengundangnya untuk memberikan sambutan dan mengajaknya melihat sendiri galangan kapal yang dimaksud.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved