Berita Kota Jambi

Sekolah Swasta Terus Diminati di Jambi, Ini Kata pengamat

Ist
Pengamat pendidikan Effi Herman 

TRIBUNJANBI.COM,JAMBI - Beberapa tahun terakhir minat orang tua di Jambi menyekolahkan anaknya di SD Swasta khususnya SDIT cukup tinggi.

Eko Saprianto, Kasi Kelembagaan dan Manajemen SD, Dinas Pendidikan Kota Jambi mengatakan peningkatan pertumbuhan siswa di sekolah swasta mencapai 20 persen setiap tahunya.

"orientasi orang tua dalam menyekolahkan anaknya sudah beralih ke SDIT, MiN dan sekolah swasta nasional," ujarnya Kamis (20/7/2023).

Effi Herman pengamat dunia pendidikan Jambi mengatakan fenomena ini disebabkan banyaknya orang tua yang menginginkan pendidikan yang komplit untuk anak mereka.

Hal ini karenakan banyak orang tua mudah yang suami dan istrinya bekerja sehingga tidak memiliki waktu mendidik anak mereka khususnya pendidikan karakter.

Di satu sisi, sekolah swasta banyak yang menyesuaikan jam pulang sekolahnya dengan jam pulang pegawai kantor. Sehingga orang tua bisa tengang dalam bekerja.

"Dan hal ini di tawarkan oleh sekolah swasta khususnya SDIT," ujarnya Kamis (20/7/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan SDIT tidak hanya menawarkan pendidikan umum dengan kurikulum nasional, tapi juga memberikan pendidikan agama yang lengkap.

Pendidikan agama yang dibawakan SDIT tidak hanya sekedar bisa membaca Al-Qur'an tapi juga sampai ke tahap menghapal Al-Quran hingga pemahaman hadis dan Al-quran.

"Di SDIT itu tamat SD mereka sudah hafal 30 jus, dan akan terus meningkat di jenjang berikutnya," ujarnya.

Tidak hanya itu, SDIT juga menawarkan pendidikan karakter yang berbasis agama, dimana adab sangat diutamakan dalam keseharian anak.

"Coba kita lihat kondisi hari ini,dimana banyak keluarga muda yang suami dan istrinya bekerja, sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk memberikan pendidikan tambahan untuk anak mereka khususnya karakter dan agama," katanya.

Selian itu, sekolah dengan sistim full day yang ditawarkan swasta juga menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tau sehingga mereka tidak perlu meluangkan waktu khusus untuk pendidikan anaknya, di satu sisi juga bisa mengurangi biaya pengasuh anak di rumah.

"Kondisi ini tentunya membuat orang tua berani membayar mahal untuk pendidikan anak mereka," kata Effi Herman

Effi juga menyoroti banyaknya tenaga pendidik mudah yang direkrut sekolah swasta, menurut dia dengan hadirnya pendidik yang masih berusia mudah ini memberikan keunggulan sendiri bagi pihak sekolah.

Dimana mereka masih memiliki motifasi untuk berinovasi dan menyalurkan ide kreatif dalam mengajar.

Mantan Guru dan pengawas sekolah ini menceritkan pengalamanya saat masih mudah dimana semangat untuk menghadirkan pendidikan terbaik masih sangat tinggi kala itu.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan guru SD negeri yang sudah puluhan tahun mengajar.dimana seharusnya mereka lebih berpengalaman namun untuk segi kreativitas dan ide jauh dibandingkan guru yang masih mudah.

Effi menolak jika penghasilan menjadi penyebab kreatifnya guru swasta dalam menghadirkan pendidikan terbaik.

Menurutnya pengadilan guru ASN sudah cukup besar, apa lagi dengan kebijakan pemerintah saat ini.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Komentar Bijak Sule saat Tahu Nathalie Holscher Lepas Jilbab

Baca juga: HBA dan CE akan Berebut Suara di Sarolangun untuk DPR RI? Ini Kata Direktur Eksekutif Putin

Baca juga: Divonis Hukuman Mati, Terdakwa Ayah Bunuh Anak di Depok Menangis dan Akan Banding