Jalan Tol Jambi Betung

Di Rumah Mewah Mbah Taryo Miliarder Jalan Tol Jambi-Betung, Dulu Ada Pohon Karet yang Ditanam JK

Dengan tanah seluas 2 hektare lebih yang ia miliki, Mbah Taryo mendapatkan ganti rugi sebesar Rp19,5 miliar.

|
Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM/DEDDY RACHMAWAN
Sutaryo saat ditemui di rumah sementaranya. Dia mendapatkan uang pengganti tanahnya yang jadi bagian dari proyek jalan tol Jambi-Betung hingga Rp 19,5 miliar 

Kaur Perencanaan, Desa Muaro Sebapo, Sumirat mengatakan, semua tanah warga yang terdampak pembebasan lahan sudah selesai dibebaskan dan dilakukan pembayaran. Tinggal beberapa tanah milik pemerintah yang lagi dalam proses.

"Jadi, ada tiga area yang masih dalam proses, yaitu tanah pemakaman, mushola dan sekolah MIN," bebernya, Selasa (11/7/2023).

Ketiga kawasan tersebut kata Sumirat, masih menunggu kelengkapan administrasi. Sebab, tidak dilakukan pergantian dalam bentuk uang, tapi pergantian dalam bentuk tanah juga.

"Jadi, tinggal menunggu proses saja, secara keseluruhan tidak ada masalah," katanya.

Berdasarkan pantauan, sekolah MIN dan pemakan terdampak langsung dalam pembagunan jalan tol tersebut. Sedangkan mushola terdampak karena di lakukan pelebaran jalan lintas Jambi- Palembang yang menjadi pintu masuk Tol Trans Sumatera.

Baca juga: Jalan Tol Jambi-Sumsel di Muaro Jambi Mulai Dibagun, Di Sini Lokasinya

Tidak seperti rumah warga yang terdampak jalan tol yang telah di ratakan, sekolah MIN masih berdiri kokoh dan belum tersentuh pembagunan tol, begitu juga dengan mushola dan pemakaman umum.

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Muaro Jambi, merupakan satu di antara kawasan yang terdampak pembagunan Jalan Tol Jambi-Palembang.

Dimana di sekitar kawasan sekolah tersebut sudah dilakukan pembebasan lahan dan dilakukan pengerjaan pembagunan tol.

Berdasarkan pantauan rumah di sekitar sekolah juga sudah dirobohkan dan bahkan sudah ada yang dilakukan pemerataan dan pengerasan. Namun, kondisi MIN sampai saat ini masih belum tersentuh.

Satu di antara guru MIN 5 Muaro Jambi yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan, informasi sekolahnya masuk jalur tol masih simpang siur.

"Kami belum mendapatkan kepastian, apakah jadi atau tidak,' ujarnya, Selasa (11/7).

Menurutnya, jika pun jadi dibebaskan untuk pembagunan jalan tol, hanya dua ruangan yang terdampak. Yaitu ruang kelas 6 dan perpustakaan.

"Lokasi ruangan tersebut di belakang dan mamang dekat dengan pengerjaan tol. Jadi, tidak semua area sekolah yang terdampak," ujarnya.

Guru di MIN tersebut berharap jika memang terdampak pembagunan tol, agar sekolahnya di pindahkan secara utuh.

"Jadi, ada informasi yang mengatakan hanya bagian yang terkena dampak saja yang akan diganti dengan cara dibangunkan rungan kelas dan perpus. Tapi, lokasinya tidak berdekatan dengan sekolah,' bebernya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved