LIPUTAN KHUSUS
Dapat Paling Banyak, Mbah Taryo Dapat Rp19,5 Miliar Dari Ganti Untung Proyek Jalan Tol Betung-Jambi
Maklum saja rumah besar itu berada di dekat hamparan kebun karet, semak dan tanah bekas lapangan.
Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Rumah dua lantai itu sedang dalam proses pembangunan. Tampilannya sangat mencolok. Maklum saja rumah besar itu berada di dekat hamparan kebun karet, semak dan tanah bekas lapangan.
Sejumlah tukang tampak sedang mengerjakan tugasnya masing-masing untuk membangun rumah itu.
Meski masih dalam proses pengerjaan, bentuknya sudah terlihat. Rumah mewah itu merupakan milik Sutaryo (64). Ia membangun rumah itu dari uang ganti untung pembangunan Jalan Tol Jambi-Betung, Sumatera Selatan.
Sutaryo adalah warga Desa Muara Sebapo, Kabupaten Muaro Jambi yang tanahnya dilewati jalan tol. Jalan tol itu sendiri sejak bulan lalu sudah mulai dikerjakan.
Sembari mengisap rokoknya, Sutaryo yang ditemui di rumah sementaranya, yang berupa rumah papan sangat sederhana, tak jauh dari rumah yang sedang ia bangun, Selasa (11/7).
Adanya proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Jambi membuat Sutaryo menjadi miliarder dadakan. Tanahnya seluas 2 hektare lebih terkena proyek pembangunan jalan tol. Tanah itu memiliki dua sertifikat.
Tanahnya berada di tepi ruas jalan lintas Jambi-Palembang. Panjangnya dari tepi jalan arteri hingga ke dalam mencapai 483 meter. Dari ratusan jiwa yang tanahnya terkena proyek jalan tol, ia menjadi orang penerima ganti untung terbesar di Muara Sebapo.
"Kalau uang ganti ruginya itu capai Rp19,5 miliar," beber Sutaryo.
Uang itulah yang digunakannya untuk membangun rumah mewah barunya di atas tanah seluas dua tumbuk lebih. Ia juga menuturkan uang ganti rugi itu ia bagi-bagikan ke tiga anaknya juga untuk membeli tanah. Mengenai rumah besar barunya itu, kakek dua cucu itu mengaku ingin rumahnya dijadikan tempat berkumpul keluarga dan warga sekitar. Hidup itu, kata dia, harus bermanfaat.
"Umur manusia itu cuma sebentar. Pangeran Diponegoro itu "umurnya panjang" karena ia bermanfaat, selalu dibicarakan," kata kakek yang mengenakan cincin batu merah delima di jari kirinya.
Sutaryo merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perkebunan, Kabupaten Batanghari. Ia memiliki kebun karet. Ayahnya dulu di zaman Belanda, bekerja di perkebunan karet Belanda. Tahun 1960 an, Sutaryo tinggal di Muara Sebapo.
Terkait pembangunan jalan tol, ia mengapresiasi proyek prioritas untuk menghubungkan daerah-daerah di Sumatera tersebut.
"Secara nurani ini untuk kepentingan negara, ya saya setuju saja. Apalagi saya ini pensiunan PNS," bilang Sutaryo, yang ditemani anak bungsunya.
Ada kisah menarik di tanah yang kini dibangun rumah anyar Sutaryo. Lapangan dekat rumahnya dikenal oleh warga dengan nama Lapangan JK atau Lapangan Jusuf Kalla. Penamaan itu lantaran saat JK menjadi wakil presiden, JK pernah ke sana pada 2006 lalu.
"Ingat ga dulu ada program penanaman karet satu juta hektare. Nah dulu Pak JK nanamnya di sini," kenangnya, sembari menoleh ke belakang.
ganti untung
Jalan Tol Sumatera
jalan tol
Desa Muara Sebapo
Kabupaten Muaro Jambi
Tribunjambi.com
Jokowi
liputan khusus
Warga 4 Daerah Tolak Pembangunan Stockpile Batu Bara PT SAS di Aur Duri Kota Jambi, Hanya Sejengkal |
![]() |
---|
Raffi Tak Jadi Operasi Plastik, Anak di Jambi Kena Stevens-Johnson Syndrome, Virus Tak Masuk Daging |
![]() |
---|
Ketua DPRD Kota Jambi Minta Wako Panggil Dokter Puskesmas dan Kadis, Anak Kena Sindrom Langka |
![]() |
---|
Ustaz Agus Nyaris Menangis Lihat Kondisi Anak di Jambi Kena Sindrom Langka Kulit Mengelupas |
![]() |
---|
Anak di Jambi Kena Sindrom Langka, Kulit Raffi Lepas Jika Tidur di Kasur, Terpaksa Alas Daun Pisang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.