Menpora Dito Dapat 24 Pertanyaan dari Kejagung, Dugaan Korupsi Pengadaan Tower BTS BAKTI Kominfo
Dito menegaskan sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang baik harus memenuhi pemanggilan tersebut untuk meluruskan informasi yang selama ini
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - "Jadi hari ini kehadiran kita di sini adalah dalam rangka sebagai warga negara Indonesia yang taat hukum, mungkin rekan-rekan media sudah melihat dari satu dua minggu ke belakang ini, banyak media maupun berita yang mengangkat nama saya disebut di dalam kasus BTS," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo.
Akhirnya, Dito Ariotedjo menyampaikan klarifikasi seusai menjalani pemeriksaan selama dua jam di Kejaksaan Agung (Kejagung) Jakarta, Senin (3/7) sekira pukul 13.00 WIB.
Pemeriksaan itu terkait kasus korupsi proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung pada BAKTI Kominfo 2020-2022.
Dito menegaskan sebagai warga negara Indonesia (WNI) yang baik harus memenuhi pemanggilan tersebut untuk meluruskan informasi yang selama ini berkembang di media massa bahwa dirinya disebut menerima aliran dana sebesar Rp27 miliar terkait kasus korupsi BTS.
Dito menekankan telah menunggu kesempatan itu, namun jadwalnya cukup padat beberapa hari terakhir, karena ia juga harus bertolak ke Berlin, Jerman untuk menghadiri acara olahraga di sana.
Namun, dia bersyukur, akhirnya Kejagung memanggilnya untuk diminta keterangan terkait dugaan penerimaan dana yang sebelumnya disampaikan oleh salah satu terdakwa kasus BTS, yakni Irwan Hermawan yang merupakan Komisaris PT Solitech Media Synergy.
"Di mana hari ini saya datang dan alhamdulillah gayung bersambut, kejaksaan juga memanggil saya sebagai saksi dan kemarin pas (isu) ini mencuat kebetulan kami sedang kunker (kunjungan kerja) ke Berlin, dalam rangka Special Olympics. Dan ketika balik langsung tanggal cuti nasional yang sangat panjang," tutur Dito.
Dito kembali menegaskan sebenarnya tidak ingin menunda klarifikasi agar tudingan terhadap dirinya dapat segera dibuktikan.
"Jadi sebenarnya saya dari awal ingin sekali secepat-cepatnya klarifikasi agar ini tidak berlarut-larut," jelas Dito.
Mantan Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto itu, bersyukur dapat menyampaikan keterangan di hadapan Kejagung pada hari ini dan memberikan keterangan selama dua jam.
"Alhamdulillah hari ini forumnya dilaksanakan, tadi hampir dua jam kita banyak memberikan keterangan, berdiskusi dan saya sangat berterima kasih untuk Kejaksaan Agung yang sudah memproses ini secara resmi. Karena saya juga tidak mau berlarut menggalang opini atau apa, saya ingin ini diklarifikasi dan pernyataan juga secara resmi," ujar Dito.
Dito juga menjelaskan datang memenuhi panggilan Kejaksaan Agung karena beban moral yang dirasakannya sebagai pejabat publik.
"Saya memiliki beban moral. Hari ini saya dipercaya mengemban amanah, dipilih Pak Presiden Jokowi sebagai menteri muda dan saya memiliki keluarga yang harus meluruskan ini semua," katanya.
Dia pun menegaskan pemeriksaan kemarin sama sekali tak berkaitan dengan jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Dia mengaku diperiksa sebagai individu, sebab diklarifikasi mengenai dugaan aliran dana pada periode sebelum menjabat Menpora.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/enteri-Pemuda-dan-Olahraga-Dito-Ariotedjosfs.jpg)