Editorial
Dugaan Pengaturan Skor di Liga Indonesia
Satgas Antimafia Bola harus lekas mengumumkan siapa perangkat pertandingan curang tersebut. Jangan sampai ini menjadi bola liar.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (26/6) membeberkan temuan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. Tidak terlalu mengejutkan memang. Walakin, tentu kita tak boleh pemisif dengan hal-hal seperti ini.
Apa gerangan temuan Satgas Antimafia Bola? Satgas menemukan indikasi adanya kecurangan yang dilakukan perangkat pertandingan di Liga Indonesia.
Kecurangan berupa pengaturan skor. Ini bukan perkara main-main. Kongkalikong seperti ini jelas merugikan semua pihak tak terkecuali fans. Apatah lagi para pemain, klub dan seterusnya.
Sepak Bola jelas merupakan olahraga dengan penggemar terbanyak. Sepak bola di negeri ini ibarat pemersatu.
Beberapa tahun terakhir, kita melihat bagaimana sepak bola Indonesia tengah berbenah.
Talenta-talenta muda berbakat bermunculan.
Baca juga: Bukan Liga Indonesia, Jordi Amat Pilih Gabung Johor Darul Takzim usai Putus Kontrak dengan KAS Eupen
Terbaru kita lihat bagaimana garuda bermain cantik menghadapai Timnas Argentina. Sekalipun kalah 0-2, namun permainan Timnas Indonesia dipuji.
Kita juga masih ingat bagaimana Timnas Indonesia membawa emas cabang olahraga sepak bola di SEA Games setelah 32 kita tak menyabet juara.
Baca juga: Kapolri dan Ketua PSSI Jawab Isu Mafia Bola di Indonesia, FIFA Sampai Turunkan Tim
Maka apa yang menjadi temuan satgas ini memukul telak kita. Tidak ada kata permakluman untuk mereka yang cawe-cawe, bermufakat jahat untuk berbuat curang di olahraga.
Olahraga adalah ranahnya sportivitas.Pemain, pelatih, wasit, juri bahkan penonton harus sportif. Ini merupakan kompetisi, adu skill yang harus dilakukan secara fair.
Satgas Antimafia Bola harus lekas mengumumkan siapa perangkat pertandingan curang tersebut. Jangan sampai ini menjadi bola liar.
Kita harus menjaga agar kompetisi sepak bola Indonesia bersih, fair.
Ini baru di satu cabang olahraga. Kita tak tahu, bisa saja kasus serupa terjadi di cabang olahraga yang lain.
Kita perlu komitmen semua pihak agar olahraga di Indonesia berjalan secara sehat. Alangkah sedihnya kita, korupsi, gratifikasi, kongkalikong menciderai semangat sportivitas. (*)
BalasTeruskan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-Kapolri-Jendral-Listyo-Sigit-dan-Ketua-PSSI-Erick-Thohir-26062023.jpg)