Siapa Sebenarnya Komjen Agus Andrianto yang Menjadi Wakapolri
Agus Andrianto lahir di Blora, Jawa Tengah pada 16 Februari 1967. Dia menjadi lulusan akademi kepolisian angkatan 1989
Pada 2015, Agus ditugaskan di Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai Direktur Psikotropika dan Prekursor Deputi Pemberantasan.
Dilanjut mengisi posisi Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri pada 2016.
Kala itu turut menangani kasus pelecehan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Agus lalu dipercaya sebagai Wakapolda Sumatera Utara periode 2017-2017.
Dilanjut menjadi Kapolda Sumatera Utara pada 2018-2019.
Agus melanjutkan kariernya sebagai Kabaharkam Mabes Polri sejak 2020.
Saat pandemi Covid-19, Agus juga didapuk sebagai Kepala Operasi Terpusat (Kaopspus) Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19.
Tugasnya adalah memastikan para Kasatgas 1-6, Kapusdalops, Kasetops, Kaposko, Kaminops, serta Kasubsatgas membuat rencana dan menjalankan operasi selama pandemi Covid-19.
Agus lalu mengisi jabatan Kabareskrim Mabes Polri sejak 2021.
Pada 2022, nama Agus menjadi sorotan usai diduga terlibat dalam kasus tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur.
Berawal dari pengakuan pria bernama Ismail Bolong yang beredar di media sosial.
Ismail Bolong, yang merupakan anggota polisi pensiun dini, mengaku menyerahkan Rp6 miliar sebanyak tiga kali sejak 2021 sebagai setoran.
Setelah itu Ismail Bolong mengklarifikasi pernyataannya. Dia mengaku tidak pernah bertemu dengan Agus Andrianto.
Terkait mutasi yang dilakukan Kapolri kali ini, anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman menilai langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi besar-besaran sudah tepat.
"Saya pikir kita apresiasi ya Kapolri, mutasi kali ini bagus sekali dan ini kan semakin menunjukkan kekompakan Polri," ujar Habiburokhman saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/6).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20230626-Komjen-Agus-Andrianto.jpg)