Senin, 11 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Semasa Hidup Olo Panggabean, Ternyata Victor Hutabarat Sering Diundang Menghibur

Olo Panggabean, memiliki nama lengkap Sahara Oloan Panggabean, lahir di medan 14 Mei 1941. Salah satu yang sering bertemu olo adalah victor hutabarat

Tayang:
Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI/NET
Olo Panggabean semasa hidup 

TRIBUNJAMBI.COM - Nama Olo Panggabean sangat tenar di Indonesia, terutama di wilayah Sumatera Utara.

Dia merupakan tokoh legendaris, yang disegani kawan dan lawan, yang sangat jarang tampil di hadapan publik.

Nama lengkapnya adalah Sahara Oloan Panggabean, yang tutup usia pada 30 April 2009, menjelang umur 68 tahun.

Sudah 14 tahun berlalu, kenangan kepada sosok pendiri Ikatan Pemuda Karya (IPK) tersebut hingga terus melekat di ingatan banyak orang, terutama yang sering berinteraksi dengannya.

Satu di antara yang sering bertemu dengannya ialah penyanyi kondang berdarah Batak yang lahir di Palembang, Victor Hutabarat.

Pada Channel Youtube Agak Laen Official, Victor Hutabarat mengakui dirinya sering dipanggil oleh pria yang dulu disebut preman besar itu.

Dalam ceritanya bersama Boris Bokir dkk, mereka tidak menyebutkan secara jelas nama Olo Panggabean.

"Seberapa sering diundang ke rumah putih itu?" tanya Boris. Rumah putih dia gunakan menggantikan istilah Gedung Putih, yang familiar sebagai markas Olo Panggabean.

"Cerita tentang beliau itu luar biasa," kata Viktor Hutabarat.

"Beliau itu dibilang preman katanya, preman Medan, tapi saya rasa yang namanya preman tidak ada punya hati seperti beliau," ungkap Viktor.

Menurutnya, orang sekaya apapun, tidak ada yang punya kebaikan seperti yang telah dilihatnya dari perbuatan Olo Panggabean.

Diceritakannya, bila memanggil para artis maupun pelawak untuk menghibur, akan dibawa ke Belawan.

"Di Belawan itu ada di reklamasi, itu tempat nongkrong-nongkrong, malam baru pakai hiburan," ucapnya.

Di tempat itu, ucapnya, ada tiga unit televisi, dengan saluran yang berbeda-beda.

"Ada satu TV untuk melihat brita, satu untuk yang umum, dan satu lagi untuk yang sering menyiarkan orang-orang yang susah," terangnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved