Psikolog UIN STS Jambi Tunjukkan Cara Mengatasi Schizophrenia
Ridwan Psikolog UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menyampaikan bahwa beberapa cara mengatasi Schizophrenia.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Beberapa kekhawatiran terjadi apabila Schizophrenia menyerang seseorang, dan menjadi gangguan yang tak terelakkan.
Walaupun tidak 100 persen, ada cara mengatasi gangguan Schizophrenia bagi penderitanya.
Ridwan Psikolog UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menyampaikan bahwa beberapa cara mengatasinya kepada Tribun Jambi, Minggu (28/05/2023).
Masing-masing gejala bisa berbeda antara pengidap yang satu dengan pengidap yang lainnya.
“Schizophrenia adalah kondisi yang membutuhkan perawatan jangka panjang oleh tim medis yang terlatih, jadi mengatasinya ada caranya," jelas Ridwan.
Baca juga: Psikolog UIN STS Jambi Jelaskan Ciri-ciri Schizophrenia
Pertama dengan terapi obat antipsikotik dapat membantu mengendalikan gejala Schizophrenia.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter yang kompeten dalam pengobatan gangguan ini.
Kedua terapi psikososial, terapi ini dapat membantu individu dengan schizophrenia belajar menghadapi stres, mengembangkan keterampilan sosial, meningkatkan kemampuan berpikir dan penyesuaian diri.
Dukungan dari keluargapun sangat diperlukan agar pengidap memahami masalah yang dihadapi.
Schizophrenia sendiri sebenarnya sulit untuk dicegah dikarenakan faktor genetik dan ketidakseimbangan dalam otak.
"Namun, melalui assessment yang mendalam upaya yang dapat dilakukan dengan mendeteksi dan mengobatinya sejak dini sehingga perilaku buruk dan tingkat kekambuhan dapt dicegah," tegasnya.
Baca juga: Psikolog UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Jelaskan Apa Itu Gangguan Mental Schizophrenia
Jadi bila ditemukan gejala schizophrenia, maka segeralah hubungi psikolog maupun psikiater terdekat.
Supaya tidak terjadi perilaku yang berlarut karena pengidap bisa melakukan hal-hal yang menakutkan seperti membunuh orang lain karena mereka seolah-olah mendegar sesuatu bisikan.
Bisikan tersebutlah yang meminta mereka lakukan hal tersebut diluar kontrol.
"Meski sebenarnya bisikan atau juga penglihatan mereka itu tidaklah benar atau tidak sesuai dengan kenyataannya, namun mereka sangat meyakini apa yang mereka dengar, lihat dan rasakan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Ilustrasi-depresi-2.jpg)