Pilpres 2024

Respon PKS Soal Bacapres Anies Baswedan Diduga Sebar Hoaks dan Dipolisikan GP Center: Santai Sajalah

Partai Keadilan Sejahtera memberikan tanggapan santai atas pelaporan Bacapres Anies Baswedan atas dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
Partai Keadilan Sejahtera memberikan tanggapan santai atas pelaporan Bacapres Anies Baswedan atas dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks. 

TRIIBUNJAMBI.COM - Partai Keadilan Sejahtera memberikan tanggapan santai atas pelaporan Bacapres Anies Baswedan atas dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks.

Pelaporan tersebut dilakukan oleh relawan Ganjar Pranowo Center (GP Center).

PKS memberikan reaksi sebagai salah satu partai pengusung Anies bersama NasDem dan Demokrat.

Bahkan reaksi santai tersebut dibarengi dengan mempersilakan bakal capresnya itu dilaporkan ke Bareskrim Polri.

Namun dia meminta agar pelaporan tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Santai aja lah, silahkan laporkan sesuai prosedur hukum yang berlaku, antara lain menyertakan bukti-bukti dan saksi-saksi," ujar Taufik saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (23/5/2023).

Taufik juga menegaskan pihaknya sama sekali tak gentar dengan ancaman yang disampaikan GP Center bahwa Anies Baswedam yang diduga melakukan pembohongan publik akan dihukum.

Baca juga: Update Anies Baswedan Dipolisikan Atas Dugaan Sebar Hoaks, Polisi Minta Perkuat Bukti

Baca juga: Kabar Gembira, 3 Pimpinan dan 10 Anggota Organisasi Terlarang KNPB Papua Kembali ke Pangkuan NKRI

"Sebagai orang beriman kita hanya gentar dan takut pada Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa," ujar Taufik.

Respon Relawan Anies

Rencana Ganjar Pranowo Center (GP Center) polisikan Anies Baswedan ditanggapi relawan Bakal Calon Presiden (Bacapres) Koalisi Perubabahan untuk Persatuan.

Tanggapan tersebut disampaikan Ketua Relawan Pejuang ABW DKI Jakarta, Ahmad Jakwan.

Ia menganggap bahwa ancaman pelaporan itu hanya salah satu upaya untuk menggagalkan pencapresan Anies.

Meski demikian, Jakwan mengaku belum mendapatkan informasi terkait pelaporan tersebut.

"Saya belum dapat info itu (rencana pelaporan Anies Baswedan)."

"Tapi kami menganggap itu hanya berbagai macam cara untuk gagalkan pak Anies maju sebagai Calon presiden 2024," kata Jakwan saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (23/4/2023).

Anies rencananya akan dilaporkan relawan GP Center ke Bareskrim Polri atas pidatonya di acara milad ke-21 PKS di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2023).

Di mana dalam pidatonya itu, Anies membandingkan pembangunan jalan di era pemerintahan Joko Widodo dengan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam pidatonya, Anies menyebut pembangunan jalan di era SBY jauh berkali lipat lebih banyak dibanding di era Jokowi yang selalu membanggakan soal proyek infrastruktur.

Sebagai relawan, Jakwan menilai pidato Anies itu sebagai pembakar semangat mereka untuk mendukung capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan di ajang Pilpres 2024.

"Pidato politik pak Anies membakar semangat para Relawan diseluruh Indonesia jangan pernah takut atau gentar," kata Jakwan.

Baca juga: Isi Pidato Anies Baswedan Soal Jalan hingga Dilaporkan GP Center ke Polisi

Jakwan menambahkan, pihaknya juga sama sekali tak gentar dengan berbagai rintangan yang disebutnya upaya untuk menjegal pencapresan Anies di 2024.

"Kami relawan Anies bukan relawan kaleng-kaleng atau relawan bayaran tapi relawan Anies yang lahir dari kesadaran masyarakat untuk perubahan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Jakwan.

Polisi Minta Perkuat Bukti

Berikut perkembangan kabar pelaporan bakal Calon Presiden Anies Baswedan ke polisi atas dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks ke masyarakat.

Kandidat yang akan bersaing di Pemilihan Presiden 2024 itu diketahui diusung oleh Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga didukung Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang terdiri dari Partai Demokrat dan PKS.

Sementara pelaporan Anies Baswedan ke Bareskrim Polri itu dilakukan oleh Relawan Ganjar Pranowo Center (GP Center).

GP Center menduga Anies Baswedan telah melakukan pembohongan publik.

Namun, laporan tersebut belum diterima alias ditolak pihak Bareskrim Polri.

Diberitakan sebelumnya, GP Center melaporkan Anies ke Bareskrim hari ini, Selasa (23/5/2023).

Bakal capres yang didukung NasDem, PKS dan Demokrat itu diduga telah menyebarkan berita bohong atau hoaks saat berpidato di acara hari ulang tahun (HUT) ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan pada Sabtu (20/5/2023) lalu.

Dugaan hoaks tersebut terkait dengan data perbandingan panjang pembangunan jalan nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan era Presiden Jokowi.

Ketua Harian DPP GP Center, Thomas Djunianto, mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan laporan tersebut.

Namun pihak Bareskrim belum mau menerimanya karena bukti yang belum mencukupi.

"Belum diterima. Kita hanya perlu memperkuat bukti," kata Thomas saat dihubungi TribunJakarta.com.

Setelah laporan ditolak, Thomas dan kawan-kawan sempat berdiskusi dengan pihak Bareskrim terkait laporan dugaan penyampaian data hoaks itu.

Baca juga: Benarkah Anies Baswedan Sebar Hoaks? Ini Data Perbandingan Pembangunan Jalan Era SBY dan Jokowi

"Bidang Hukum Relawan GP Center melanjutkan langkah hukumnya dengan berdiskusi kepada penyidik terkait statement Anies Baswedan," kata Thomas.

Thomas mengatakan, penyampaian data yang diduga tak benar soal pembangunan jalan era Jokowi dengan SBY itu, dipergunakan untuk mempersepsi publik agar membenci Jokowi.

"Konsultasi terhadap penegak hukum terkait pernyataan Anis Baswedan mengenai pembangunan Jalan tidak berbayar diduga menjadi berita bohong yang disampaikan secara sengaja dengan tujuan menimbulkan kebencian ataupun ketidaksukaan masyarakat terhadap pemerintahan saat ini," papar Thomas.

Isi Pidato Anies

Anies memang berbicara tentang data perbandingan panjang pembangunan jalan nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan era Presiden Jokowi.

Anies menyebut, di era Jokowi, pemerintah berhasil membangun jalan tol sepanjang 1.569 kilometer dari total 2.499 kilometer.

“63 persen dari seluruh jalan tol berbayar di Indonesia itu dibangun di masa sekarang,” ucapnya dikutip dari Kompas.com.

Kondisi ini pun dibandingkan dengan zaman SBY yang berhasil membangun lebih banyak jalan tak berbayar yang bisa digunakan seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya.

"Saya bandingkan dengan pemerintahan yang lalu, di jaman pak SBY jalan tak berbayar yang dibangun sepanjang 144.000 kilometer atau 7,5 kali lipat," ujarnya.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini pun kembali membandingkan pembangunan jalan nasional yang dibangun di era Jokowi dan SBY.

Anies bilang, Jokowi hanya membangun kurang lebih 500 kilometer jalan nasional.

Sedangkan, pembangunan jalan nasional yang dilakukan di era SBY mencapai 20 persen dari capaian Jokowi.

“Di era 10 tahun sebelumnya, 11.800 kilometer, 20 kali lipat,” tuturnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: OMG Dukung Perayaan HUT Masyarakat Transmigran di Kabupaten Tebo, Jambi

Baca juga: Full Skin Langka, 1000+ Akun Sultan Free Fire Terbaru Gratis 2023, Ada Akun dari FB, Google dan VK

Baca juga: Perlancar Akses Transportasi dan Peningkatan Ekonomi SKK Migas PetroChina Bangun 4 Jembatan

Baca juga: Kapan Kartu Prakerja Gelombang 54 Buka? Ini Prediksinya

Artikel ini diolah dari TribunJakarta.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved