Pilpres 2024

Anies Baswedan Bicara Tentang Prabowo Subianto Hingga Ganjar Pranowo: Patriot, Tegas dan Pemberani

Anies Baswedan berbicara tentang sosok Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/Kolase Tribun Jambi
Anies Baswedan berbicara tentang sosok Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Presiden Jokowi Menurut Anies Baswedan

Presiden Joko Widodo disebut sebagai sosok yang dapat dijadikan inspirasi bagi banyak orang, berdedikasi dan berkomitmen.

Sehingga hal itu termasuk Bakal Calon Presiden (Capres) Anies Rasyid Baswedan atau akrab disapa Anies Baswedan.

Baca juga: Jika Prabowo Subianto Capres, Maka Cawapres Wajib Cak Imin Sesuai Perjanjian Koalisi

Hal ini ia sampaikan dalam video podcast YouTube channel Motivator Merry Riana pada 3 bulan lalu, namun ia posting di akun Twitter miliknya @aniesbaswedan pada Senin (15/5/2023) kemarin.

Anies Baswedan menilai Jokowi sebagai tokoh yang menginspirasi, karena dedikasi dan komitmennya dalam bekerja tergolong luar biasa.

"Seorang yang bisa menjadi inspirasi, dedikasi dalam bekerja yang luar biasa, komitmen untuk delivery atas apa yang dikerjakan sangat tinggi," jelas Anies Baswedan, dalam video tersebut.

Sosok Jokowi juga membuktikan bahwa siapapun dapat memiliki kesempatan yang sama dam bermimpin untuk menggapai cita-cita setinggi mungkin di negara yang menganut sistem demokrasi ini.

"Yang kemudian juga menjadi inspirasi dan bukti bahwa demokrasi di republik ini memberikan kesempatan kepada siapa saja," tegas Anies Baswedan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan bahwa adanya Jokowi menunjukkan bahwa seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana pun dapat memiliki kesempatan untuk memimpin kota bahkan suatu negara seperti Indonesia.

"Bagaimana seorang anak dari keluarga sederhana berkesempatan untuk memimpin kota, berkesempatan untuk memimpin provinsi, dan kemudian berkesempatan untuk memimpin sebuah negara," papar Anies.

Oleh karena itu, akademisi satu ini menekankan bahwa jika negara ini tidak mengadopsi prinsip demokrasi, maka tidak akan ada kesempatan bagi masyarakat biasa untuk memiliki impian tinggi.

"Bila kita tidak mengadopsi prinsip demokrasi, tapi mempertahankan aristrokasi, maka orang biasa-biasa saja tidak bisa," tutur Anies.

Anies kembali menegaskan bahwa hingga saat ini, banyak negara yang masih menganut sistem bahwa jika ingin mencapai sesuatu yang tinggi, termasuk memimpin suatu negara, maka 'harus menjadi keturunan dari seseorang yang pernah berkuasa maupun terpandang' terlebih dahulu.

"Dan banyak negara tetangga kita, 'harus menjadi anak seseorang' untuk bisa berada di posisi itu," papar Anies.

Namun dengan adanya sosok Presiden saat ini, maka siapapun kini dapat bermimpi setinggi-tingginya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved