Kisah Inspiratif
Kisah Amron Naibaho, Lulusan ITB Yang Sukses Di Industri Parfum
Parfum HMNS produk yang merupakan produk dalam negeri, semakin diminati masyarakat. Pendiri hmns adalah amron naibaho, Rizky Arief Dwi Prakoso
TRIBUNJAMBI.COM - Parfum HMNS produk yang merupakan produk dalam negeri, semakin diminati masyarakat.
Produsen parfum HMNS melahirkan parfum premium dengan harga yang ramah di kantong kalangan menengah.
Kepercayaan masyarakat untuk menggunakan wewangian ini makin tinggi setelah ikut pada perhelatan internasional Paris Fashion Week.
Ada tiga orang pendiri HMNS, perusahaan yang didirikan pada tahun 2019, yakni Rizky Arief Dwi Prakoso, Amron Naibaho, dan Karina Innadindya.
Mereka bertiga merupakan sarjana dari kampus terkenal di Jawa Barat. Rizky dan Amron lulusan ITB, serta Karina lulusan Unpad.
Di tayangan di Channel Youtube Agak Laen Official, Amron Naibaho, menceritakan kisah hidupnya dan cerita tentang parfum yang kini jadi bisnis mereka.
Amron Naibaho ternyata berasal dari sebuah kota kecil, Pangururan, yang secara administratif berada di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.
Dia kini menikmati sebuah kesuksesan, berkat penjualan parfum yang mereka produksi yang masuk kategori sukses.
Namun masa kecilnya, ternyata penuh dengan kisah miris, karena kondisi orang tua yang ekonominya kurang mampu.
Dia mengungkapkan, ketika masih sekolah dasar di SD Santo Mikael Pangururan, hanya diberi uang jajan Rp 500 untuk satu minggu.
Setelah lulus SD, dia melanjutkan pendidikan ke SMP Budi Mulia Pangururan.
Setelah itu dia merantau ke Pematangsiantar, untuk melanjutkan pendidikan di SMA Budi Mulia Pematangsiantar.
Kecilnya uang yang dikirim orang tua kepadanya, membuat Amron harus bisa hidup irit, dan mencari pendapatan tambahan.
"Untuk uang tambahan itu saya dapat dari hasil menang lomba," kata Amron Naibaho.
Lalu ketika SMA, jadi mentor bagi teman-temannya, serta mendapat tambahan pemasukan dari aktivitas itu.
Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung, tidak membuat langkahnya surut untuk meraih mimpinya kuliah.
Dia ikut tes masuk perguruan tinggi, dan masuk di Institut Teknologi Bandung, jurusan Teknik Fisika.
Agar tidak membenani keluarga, Amron Naibaho berusaha dapat beasiswa. Usaha itu tidak sia-sia. Dia meraih beasiswa bidikmisi.
"Orang tua memberikan uang kiriman kepada saya hanya sampai SMA. Saya waktu kuliah sudah beasiswa bidik misi," terangnya.
Dia menceritakan, agar mampu bertahan saat kuliah, dia tinggal di tempat kost yang paling murah, saat itu hanya Rp 4 juta per tahun.
Mereka yang ada di tempat kost itu sering berbagi satu sama lain, mulai dari perlengkapan mandi hingga perlengkapan kuliah. Semua itu demi bisa mengirit biaya hidup.
Pada akhirnya Amron Naibaho lulus dari ITB. Dia kemudian diterima bekerja di perusahaan Jepang.
Tak lama di sana, dia pindah lagi ke perusahaan Italia. Bahkan dia sempat bekerja di negeri pizza itu.
Walau sudah berada di zona nyaman, namun dia akhirnya memilih untuk berkolaborasi dengan teman-temannya, membuka bisnis parfum.
Ide bisnis ini, ungkap Amron, sudah ada saat mereka kuliah. Saat itu berawal dari mereka menemukan kenyataan mahalnya biaya parfum yang diimpor.
Di sisi lain, melihat ada parfum refill. Mereka menganalisa, dan bisa mendapatkan jawaban mengapa itu bisa terjadi.
Hingga akhirnya tiba masa, mereka merealisasikan mimpinya untuk menghadirkan parfum yang lebih murah dari yang diimpor, namun kualitasnya premium.
"Kami pakai brand HMNS, artinya humans atau manusia," ungkapnya.
Baca juga: Kisah Inspiratif Dibalik Suksesnya Sri Widyastuti Sebagai Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Jambi
Baca juga: Profil dan Biodata Cesen Eks JKT48, Istri Marshel Widianto Tetap Cantik Meski Baru Lahiran
Kisah Inspiratig Anak Muda: Khoirul Dapat Rp1 Miliar di Usia 21 Tahun |
![]() |
---|
KISAH Dua Suku Anak Dalam Jambi Binaan PT SAL Lulus Perguruan Tinggi |
![]() |
---|
Perjalanan Ariz Menjadi Mahasiswa Berprestai: Merajut Impian dari Ayat Suci |
![]() |
---|
Kisah Inspiratif Novi Alviana Ngajar di Harvard University: Perjalanan, Tantangan, dan Harapan |
![]() |
---|
Kisah Pengorbanan Petugas Karhutla Tanjabbar M Isya: Penjaga Alam dari Kobaran Api |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.