Pencabulan di Kota Jambi

Bocah 8 Tahun Korban Pencabulan di Jambi Trauma Berat, Mengurung Diri dan Tak Mau Sekolah

J bocah delapan tahun yang menjadi korban pencabulan remaja berusia 18 tahun di Kota Jambi, mengalami trauma.

|
Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- J bocah delapan tahun yang menjadi korban pencabulan remaja berusia 18 tahun di Kota Jambi, mengalami trauma.

Pantauan Tribunjambi.com di kediaman korban, korban yang masih duduk di kelas tiga sekolah dasar (SD) tampak murung dan tidak mau menjauh dari ke dua orang tuanya.

Bahkan, raut trauma di wajah korban sangat terlihat. Setiap kali ada orang baru yang datang ke rumah, korban hanya bisa menangis dan hanya berada di pelukan sang ayah.

Ibu korban, SY mengatakan, pasca kejadian itu, korban sudah dua hari tidak masuk sekolah, dan hanya mengurung diri di dalam rumah.

"Anak saya cuman nangis, gak mau liat orang baru atau ngomong sama orang baru. Dia cuman mau ngobrol sama kami," kata SY, saat diwawancarai tribun, Selasa (14/3/2023).

Sementara itu TG, ayah korban mengaku tidak akan mau berdamai dengan pelaku.

Ia tidak terima atas perlakuan pelaku yang membuat anaknya trauma.

"Sampai kapan pun, saya tidak akan berdamai. Mental anak saya rusak, masa depannya rusak," kata TG.

Baca juga: Bocah 8 Tahun di Jambi Dicabuli Tetangganya Sendiri, Orang Tua Tak Mau Berdamai

Diketahui, Seorang anak laki-laki berinisial  J (8), warga Kota Jambi, diduga menjadi korban pencabulan oleh seorang laki-laki berusia 18 tahun.

SY, ibu korban menjelaskan, aksi dugaan pencabulan ini terjadi saat korban sedang bermain di sebuah langgar bersama teman-temannya, yang tidak jauh dari rumah korban.

Kemudian, pelaku yang merupakan tetangga korban, menghampiri korban dan langsung membawa korban ke kamar mandi langgar, si pelaku kemudian langsung meminta korban menyentuh kemaluannya.

"Anak saya lagi main, terus dibawa ke kamar mandi. Di sana anak saya dipaksa melakukan keinginannya, sampai anak saya mau muntah," kata SY, saat diwawancarai tribun, di kediamannya, Selasa (14/3/2023).

Tidak hanya itu, pelaku juga mengancam korban jika tidak menuruti permintaan pelaku.

Pelaku mengaku akan membawa rekan-rekannya membawa senjata tajam, jika korban tidak menurut.

Aksi ini sendiri diketahui oleh ibu korban Minggu (12/3/2023) malam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved