DPMPPA Kota Jambi Sebut Inflasi Terkendali Berkat Gerakan Payo Menanam Cabai

Kepala DPMPPA Kota Jambi mengatakan turunnya inflasi disebabkan karena pemerintah keroyokan kendalikan, dan berkat gerakan 'Payo Menanam Cabai".

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rara
petani cabai. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Setelah beberapa bulan lalu Kota Jambi sempat tercatat inflasi, Februari 2023 Kota Jambi tercatat deflasi.

Noverintiwi Dewanti, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi mengatakan turunnya inflasi disebabkan karena pemerintah keroyokan kendalikan, dan berkat gerakan 'Payo Menanam Cabai".

"Kota Jambi ngetop karena tingginya inflasi pada sekitar Agustus-September. Oleh karena itu pemerintah pusat, provinsi, apalagi sampai di lingkungan pemerintah Kota Jambi fokus untuk penanggulangan inflasi," ucapnya melalui telepon.

Tidak ketinggalan, Bank Indonesia juga sebagai bank sentral melakukan pengendalian inflasi menyoroti Kota Jambi bahkan sampai saat ini.

Kata dia, upayanya gerakan menanam cabai khususnya di seluruh rumah tangga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah imbasnya terasa.

"Karena salah satu penyebab tingginya inflasi di Kota Jambi yaitu karena harga cabai yang mahal. Dan harga cabai mulai terkendali," ucapnya.

Yang mana gerakan menanam cabai saat itu dilakukan menyebar merata ke 62 kelurahan se-Kota Jambi.

Baca juga: Baru Bertani Cabai, Apriyani Petani di Muaro Jambi Ini Dapat Pesanan 5.000 Batang Bibit Cabai

Baca juga: Jelang Ramadan Harga Cabai Merah di Pasar Tanjung Bungur Rp 65 Ribu Per Kg

Baca juga: Sudah Empat Hari Harga Cabai di Pasar Tradisional Kota Jambi Terus Mahal

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved