Napi Rusia Dikirim Perang ke Ukraina, Pengakuannya Dibawa untuk Jadi Sasaran Tembak

Napi Rusia yang dikirim perang ke Ukraina memberikan pengakuan mengenai keadaan mereka dalam perang yang diperintahkan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Editor: Suci Rahayu PK
Facebook/General Staff of the Armed Forces of Ukraine
Tentara Ukraina setelah serangan rudal Rusia menghantam apartemen di Kota Dnipro. Selama hari 14 Januari 2023, Rusia meluncurkan total 3x serangan udara dan sekitar 50x serangan rudal di wilayah Ukraina. 

TRIBUNJAMBI.COM - Rusia mengirimkan narapidana untuk perang ke Ukraina.

Napi Rusia yang dikirim perang ke Ukraina memberikan pengakuan mengenai keadaan mereka dalam perang yang diperintahkan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pengakuan itu berasal dari pesan suara yang dikirimkan oleh seorang napi Rusia bernama Viktor Sevalnev kepada istrinya sebelum meninggal.

Sevalnev merupakan napi yang dipenjara karena perampokan bersenjata dan penyerangan.

Ia kemudian dikirim untuk berperang membela Rusia ke Ukraina.

“Saya dibawa untuk ditembak. Saya kehilangan banyak orang di sana,” ujarnya pada pesan suara itu dikutip dari CNN, Rabu (15/2/2023).

“Ingat ini: Jangan kirim lebih banyak orang lagi ke sana. Sudah cukup. Mereka ingin membunuh kami semua,” ujarnya.

Baca juga: Download Lagu MP3 Nike Ardilla Terbaik Nonstop, Ada Lagu Malaysia Viral Full Album

Baca juga: Pakai Dress Belahan Tinggi, Rachel Vennya banjir Kritikan, Sang Janda Diungkit Soal Hijab

Pada pesan terakhir ke istrinya itu, Sevalnev mengatakan ia takut pejabat dari Kementerian Pertahanan Rusia akan menangkapnya dari rumah sakit, tempat ia merekam pesan suara, dan mengeksekusi dirinya.

Akhinya, beberapa hari kemudian tubuhnya dikembalikan kepada istrinya di Moskow, dalam peti mati.

Nasib Sevalnes tergabung dengan daftar keluhan pelecehan yang berkembang dari para napi yang dikumpulkan CNN.

Selama berbulan-bulan, Rusia telah menggunakan perusahaan tentara bayaran, Wagner untuk memperkuat kehadirannya di garis depan dan para tahanan.

Skema itu pada awalnya ditolak dan dirahasiakan, tetapi kemudian dipromosikan oleh pemilik Wagner, Yevgeny Priogozhin.

Prigozhin sendiri pada pekan lalu mengumumkan Wagner telah berhenti merekrut napi untuk berperang di Ukraina.

“Kami telah sepenuhnya menghentikan perekrutan narapidana ke PMC Wagner,” ucapnya.

“Bagi mereka yang bekerja untuk kami saat ini, semua kewajiban telah dipenuhi,” kata Prigozhin.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Download Lagu MP3 Nike Ardilla Terbaik Nonstop, Ada Lagu Malaysia Viral Full Album

Baca juga: 148 Pantarlih di Bangko Kebut Proses Coklit, Supmedi : Kurang Lebih Sudah 30 Persen

Baca juga: Kalak BPBD Kerinci Cek Tembok Penahan Banjir yang Jebol

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved