Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pembunuhan Brigadir Yosua

Peran Richard Eliezer Membongkar Kasus Ferdy Sambo, Kini Didukung People Power

Hukuman Richard Eliezer diyakini oleh para pengamat hukum akan lebih rendah dari 4 terdakwa lainnya dan lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum

Tayang:
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
GRAFIS TRIBUNJAMBI
Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Brigadir Yosua Hutabarat 

Adanya pengakuan Richard Eliezer ini pada akhirnya membuat dia tak sendirian lagi yang ditahan.

Penyidik mulai menahan orang-orang yang terlibat, mulai dari Kuat Maruf, Ricky Rizal, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawati.

Bersamaan dengan itu, Richard Eliezer alias Bharada E meminta perlindungan kepada LPSK.

Dia juga mengajukan diri sebagai justice collaborator, yang pada akhirnya dari hasil assesment, dia diajukan LPSK menjadi JC.

Pada persidangan, dia tetap dengan keterangannya, berani untuk berhadapan langsung dengan Ferdy Sambo.

Baca juga: Jelang Vonis Bharada E, Ronny Talapessy: Serahkan pada Campur Tangan Tuhan, Hakim yang Memutuskan

Keterangan Penting Richard Eliezer

Keterangan yang disampaikan Richard selama diperiksa sebagai terdakwa dan saksi di persidangan, membuat majelis hakim yakin bahwa Ferdy Sambo adalah otak pelaku pembunuhan itu.

Hingga akhirnya Ferdy Sambo divonis hukuman mati, Putri Candrawati 20 tahun, Kuat Maruf 15 tahun, dan Ricky Rizal 13 tahun.

Berikuta fakta penting yang disampaikan Richard di persidangan:

1. Selama di Magelang, tidak mengetahui adanya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua terhadap Putri Candrawati

2. Mengungkap adanya pemindahan lokasi PCR atas permintaan dari Putri Candrawati, dari rumah Bangka ke rumah Saguling.

3. Dipanggil Ferdy Sambo ke lantai tiga rumah Saguling, memberi perintah untuk backup, menembak bila Yosua melawan.

4. Diminta Ferdy Sambo untuk mengisi amunisi senjata Glock 17, peluru diserahkan atasannya yang saat itu masih Kadiv Propam

5. Mengungkap skenario sudah dibuat sejak di rumah Saguling.

6. Diminta mengambil semua senjata Yosua dari mobil, diarahkan Putri Candrawti ke lemari senjata di kamar pribadi Ferdy Sambo

7. Mengakui sebagai penembak Brigadir Yosua yang pertama atas perintah Ferdy Sambo

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved