Kamis, 23 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ega Dwi Sahputri Terima Tawaran Les Matematika Usai KKN Melayu Serumpun

KKN Melayu Serumpun merupakan KKN yang diikuti oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang ada di Pulau Sumatera.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Rara Khushshoh Azzahro)
Ega Dwi Sahputri 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mahasiswa semester akhir biasanya akan mengalami masa-masa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang terlibat dalam kegiatan bermasyarakat, dan merupakan program setiap kampus tempatnya dididik.

Begitu pula dengan Ega Dwi Sahputri, mahasiswi semester tujuh UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi yang mendapatkan kepercayaan jadi salah satu perwakilan kampusnya gabung KKN Melayu Serumpun di Aceh.

KKN Melayu Serumpun merupakan KKN yang diikuti oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang ada di Pulau Sumatera.

Berbeda dengan KKN regular yang dilakukan satu kampus, model KKN ini akan melibatkan kampus-kampus lain dan memerlukan seleksi.

"Nggak tahu ada KKN Melayu Serumpun padahal awalnya. Tapi pihak kampus menghubungi, kalau minat lewati seleksi berkas," ujar dia.

Orang tua yang memberi dukungan penuh terhadapnya, membuat Ega percaya diri maju untuk menerima tawaran itu.

Ia mulai mengikuti seleksi untuk KKN Melayu Serumpun, dan merasa saat itulah kesempatan baginya mengetahui lebih banyak tentang daerah lain.

KKN mengajarkannya mengenal orang baru dengan bahasa yang baru ia temui, tata Kramanya juga berbeda dari Jambi.

Menurut Ega, itu menjadi suatu yang menarik karena tidak ditemuinya saat di Jambi.

Baca juga: Juventus Akan Berjuang Datangkan Davide Frattesi dari Sassuolo, AS Roma Juga Tertarik

Baca juga: Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Minta Dishub Segera Kembali Operasionalkan Trans Siginjai

Bergabung bersama teman-teman dengan latar belakang daerah dan jurusan kuliah berbeda menyatukan mereka untuk dapat berkolaborasi.

Ega cukup tertegun ketika sampai di Aceh, ternyata tidak semua daerah menginginkan tempat wisata potensialnya diekspos.

"Banyak daerah-daerah di Aceh yang tidak diperbolehkan untuk diperkenalkan oleh masyarakat sana. Tujuannya agar tidak banyak budaya luar yang negatif masuk ke Aceh," ucap Ega.

Dirinya mengakui pernyataan tersebut baru ditemui di Aceh, padahal selama ini daerah-daerah yang ia pernah tahu menginginkan potensi daerahnya dikenal oleh banyak orang.

"Dari sana Ega belajar perbedaan dan budaya yang ada di daerah-daerah. Di sana pun keluar rumah saat malam dibatasi," ucap dia.

Selain memiliki peluang besar mengenal daerah lain, sebagai mahasiswi Jurusan Matematika merasa beruntung ketika datang ke Aceh.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved