3 Remaja di Kota Jambi Nyaris Tewas Dihajar Massa Usai Kepergok Curi Bensin Milik Pedagang

Tiga remaja di Kota Jambi dihajar massa setelah nekat mencuri bensin milik pedagang di kawasan Simpang Uka.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Tiga remaja di Kota Jambi babak belur dihajar warga usai kepergok curi bensin milik pedagang. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI- Tiga remaja di Kota Jambi dihajar massa setelah nekat mencuri bensin milik pedagang di kawasan Simpang Uka, Jerambah Bolong, Jambi Selatan, Kota Jambi, pada Rabu (1/2/2023) siang.

Pengakuan ketiga pelaku nekat mencuri dengan alasan bensin sepeda motor miliknya habis.

Dalam video yang beredar, tiga remaja itu dikepung warga di dalam pos kamling. 

Para pelaku tampak telanjang dada, dan pasrah saat emosi puluhan warga tersulut.

Masih dalam rekaman video tersebut, terdengar suara yang menyebut pelaku baru saja mencuri minyak

"Ini maling minyak di Simpang Jerambah Bolong. Cuma kasian pula, masih budak-budak (anak-anak) semua. Minyak Rp 12 ribu nyawa nak melayang," ujar pira dalam video tersebut.

Baca juga: IRT Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Sayatan di Leher, Diduga Korban Pencuri Petai

Sementara itu, Kapolsek Jambi Selatan, AKP Suhendry mengatakan kejadian itu terjadi pada Rabu (1/2/2023) siang, di salah satu toko kelontong Simpang Uka, Jerambah Bolong, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Dia mengatakan tiga remaja itu sudah diamankan di Polsek Jambi Selatan.

"Iya sudah diamankan. Lagi di BAP sekarang," kata Suhendry, Kamis (2/1/2023).

Kata Suhendry, tiga remaja itu nekat mencuri bensin karena motor yang mereka kendarai mogok. Maka dari itu, mereka mengambil bensin di toko tersebut. Namun celakanya, aksi mereka diketahui warga, sehingga langsung dihajar massa.

"Motor mereka tidak ada minyak. Maling lah minyak di Simpang Uka itu. Ketahuan warga," tambahnya.

Baca juga: Pencuri Pecah Kaca Mobil di Jambi Gasak Uang Nasabah Bank Senilai Rp325 Juta

Selain itu dirinya belum dapat memberi tahu identitas ketiga remaja tersebut. Hal ini dikarenakan kedua belah pihak pelaku dan korban sedang mediasi, dan juga tidak ada kerugian dalam kasus tersebut.

"Orang tua mereka datang ke Polsek. Mau diselesaikan secara kekeluargaan antara pelaku dan korban," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved