Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Tak Ada Resesi di Indonesia, Angka Pertumbuhan Penduduk 2,1

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Indonesia belum masuk fase resesi seperti yang terjadi di beberapa negara lain. Hal itu lantaran jumlah pertu

|
Editor: Fifi Suryani
todayparent.com
Ilustrasi tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia yang tidak mengalami penurunan seperti terjadi di negara lain. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Indonesia belum masuk fase resesi s seperti yang terjadi di beberapa negara lain. Hal itu lantaran jumlah pertumbuhan penduduk Indonesia masih mengalami peningkatan. "Pertumbuhan kita di angka 2,1 dan yang nikah 2 juta, yang hamil 4,8 juta, artinya di Indonesia tidak ada resesi s," kata Jokowi di pidato Rakernas Program Banggakencana dan Penurunan Stunting di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (25/1).

Resesi s artinya pertumbuhan jumlah penduduk minus. Resesi s biasanya ditandai dengan angka kelahiran yang semakin menurun. Ini terjadi di antaranya karena adanya fenomena child free, yakni keengganan seseorang atau pasangan memiliki keturunan. Penyebabnya pun beragam. Mulai dari masyarakat yang ogah menikah, bercinta, dan memiliki keturunan.

China dan Korea Selatan adalah dua di antara sejumlah negara yang belakangan ini disorot imbas ancaman resesi s. Di China misalnya, populasi penduduk di 13 provinsinya dilaporkan mengalami penyusutan drastis tahun lalu, sehingga pertumbuhan penduduk melambat. Sementara itu data pemerintah Korea Selatan pada 2021, tingkat kesuburan di Korsel turun 0,03 persen menjadi 0,81 persen.

Jokowi bersyukur hal itu tidak terjadi di Indonesia. "Saya senang angka yang disebut dr Hasto (Kepala BKKBN), pertumbuhan (penduduk) kita di 2,1 dan yang menikah 2 juta, yang hamil 4,8 juta. Artinya di Indonesia enggak ada resesi s. Masih tumbuh 2,1 ini masih bagus," jelas Jokowi

Menurut Jokowi, jumlah penduduk yang tetap bertumbuh merupakan pertanda baik. Tinggal kualitas dari tiap bayi yang lahir tentu harus baik. "Dan ingat bahwa yang namanya jumlah penduduk ini jadi sebuah kekuatan ekonomi bagi sebuah negara. Tetapi yang paling penting memang kualitas. Ibu hamil harus diberi protein, diberikan ikan, diberi telur," tutur dia.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo yakin Indonesia masih jauh dari badai resesi s. Ia mengatakan orang-orang di Indonesia menikah salah satu tujuannya untuk memiliki keturunan.

Hasto merinci jumlah perempuan yang hamil sebesar 4,8 juta setahun. Ia juga yakin 99 persen pasangan akan menjawab ingin punya anak setelah menikah. "Di Indonesia mayoritas ingin punya anak. bahkan kalau mau Idulfitri belum hamil dia khawatir nanti ditanya. Jadi serius seperti itu. Jadi masih jauh lah dari resesi," kata Hasto.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved