Berita Tebo

Pendarahan Pasca Melahirkan, Warga Tebo Ini Ditandu ke Puskesmas Selama 4 Jam

Santi warga Dusun Semerantihan Talang Mamak Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo terpaksa ditandu oleh warga sepajang 12 Kilometer menuju Pus

Penulis: Sopianto | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist
Pendarahan Pasca Melahirkan, Warga Tebo Ini Ditandu ke Puskesmas Selama 4 Jam 

TRIBUNJAMBI,MUARATEBO- Santi warga Dusun Semerantihan Talang Mamak Desa Suo-suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo terpaksa ditandu oleh warga sepajang 12 Kilometer menuju Puskesmas.

Pasalnya, pasca melahirkan plasenta atau ari ari bayi masih tertinggal dalam perutnya, Santi terpaksa digotong royong pakai tandu kain sarung dengan waktu 4 jam jalan kaki menuju ke Puskesmas Suo-suo.

Kondisi jalan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat karena jalan tersebut tanpa aspal dan berlumpur.

"Istri sayo melahirkan, tapi kakak bayi (ari-ari) dak keluar, kareno mobil dak ado, jalan pun buruk, istri sayo terpakso digotong bersamo keluargo dan dibantu wargo jalan kaki menuju puskesmas suo suo," ungkap Suaminya, Sahrudin.

Lanjutnya, setelah sampai di puskesmas ternyata terkendala emergenti pendarahan, kemudian akhirnya dirujuk langsung ke RSUD STS Tebo.

"Kini kami di rumah sakit Tebo kareno di puskesmas dak biso," ujarnya. Selasa (24/1/2023).

Ia menceritakan, pada saat perjalanan dari dusun Semerantihan, ia bersama keluarga mengunakan tandu darurat dengan kain dan kayu.

Pengorbanan dari jarak tempuh yang lumayan jauh dan memakan waktu 4 jam dari dusunnya menuju Puskesmas.

Dari Senin (23/1/2023) sore berangkat terkendala hujan, dan melanjutkan perjalanan sekira pukul 21.00 Wib dari Kilometer 33 Dusun Semerantihan sampai di Kilometer 26 pada pukul 01.00 WIB dinihari.

"Sore kito berangkat, ternyato hujan, jam 9 malam dari kilometer 33 sampai 26 selama 4 jam Perjalanan," tutur Sahrudin.

Sementara itu, Direktur RSUD Tebo, dr. Oktavieni membenarkan hal tersebut, saat ini pasien tengah dilakukan perawatan medis.

"Kondisi pasien sudah dilakukan penanganan dengan manual plasenta oleh dokter spesialis, dimana ari ari bayi atau plasenta diambil secara manual, saat ini pasien sedang di rawat di ruang kebidanan," ungkapnya.

Lanjutnya, pasien sempat kekurangan darah sebanyak 2 kantong, namun kebutuhan darah sudah dipenuhi.

"Kebutuhan darah sudah didapatkan keluarga, kondisi pasien saat ini berangsur membaik,"Imbuhanya

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Kuat Maruf Ungkap Sosok Brigadir Yosua Saat Sampaikan Nota Pembelaan: Bantu Biaya Sekolah Anak Saya

Baca juga: Antonio Conte Ulur Kontrak di Tottenham Hotspur, Benarkah Bakal Tinggalkan Klub?

Baca juga: Verrell Bramasta Ketar Ketir saat Denny Sumargo Disomasi Keluarga Ferry Irawan: Dia Khawatir Banget

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved