Kartu Prakerja
Kartu Prakerja Dibuka, Pelatihan tak Lagi Menonton Video Secara Mandiri
Kartu Prakerja kini hadir dengan skema yang berbeda dengan sebelumnya, tak ada lagi menonton video secara mandiri melainkan secara kolektif.
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Program Kartu Prakerja kini hadir dengan skema yang berbeda dengan sebelumnya.
Peserta tak lagi menonton video secara mandiri melainkan secara kolektif.
Prakerja dalam tiap pelatihannya bisa diikuti hingga maksimal 150 peserta.
Selain itu ada pelatihan offline dan hybrid yang akan diujicoba.
Khusus pelatihan offline dan hybrid diujicoba di 10 provinsi sebelum diterapkan di seluruh Indonesia.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip dari laman Prakerja.
Prakerja dibuka dengan skema normal dan pelatihan offline dimulai di rentang waktu tersebut.
Hal tersebut menjadi isyarat bahwa Program Kartu Prakerja bakal dibuka dalam waktu dekat.
Di 2023, Prakerja juga tak lagi menggunakan semi bansos.
Hal ini memungkinkan manfaat pelatihan yang ditekankan dengan biaya yang lebih besar.
Ada perbedaan untuk program di tahun depan, yakni ada kenaikan manfaat hingga Rp 4,2 juta.
Penerima akan mendapatkan manfaat Rp 4,2 juta itu.
Kenaikan yang cukup besar terjadi pada biaya pelatihan senilai Rp3,5 juta.
Di 2023 mendatang ada insentif pasca pelatihan Rp600 ribu yang diberikan 1 kali, dan insentif survei Rp100 ribu untuk dua kali pengisian.
Kepala Komunikasi Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (PMO) William Sudhana menjelaskan alasan bantuan pelatihan yang lebih besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/01-Kartu-Prakerja-gelombang-48.jpg)