Dilantik Jadi Kepala Sekolah, Lalu Setor Uang ke Bupati

Terungkap, ada 49 kepala sekolah yang menyetor uang setelah mereka dilantik. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai ratusan juta rupiah

Editor: Deddy Rachmawan
Capture Kompas TV
Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi 

TRIBUNJAMBI.COM – Bupati Pemalang nonaktif Mukti Agung Wibowo yang terseret kasus suap dan gratifikasi jabtan, ternyata menerima uang dari puluhan kepala sekolah.

Terungkap, ada 49 kepala sekolah di Kabupaten Pemalang yang menyetor uang setelah mereka dilantik. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai ratusan juta rupiah.

"Dari 55 kepala sekolah yang dilantik, yang memberikan uang syukuran hanya 49 orang," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Abdurrahman saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan suap promosi jabatan terhadap Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (16/1/2023), dikutip dari Kompas.com.

Adi Jumal Widodo  orang kepercayaan Mukti Agung Wibowo, bahkan langsung mengingatkan para kepala sekolah perihal uang tersebut.

"Setelah pelantikan langsung diingatkan oleh Pak Adi Jumal soal uang syukuran kepala sekolah," ungkap Abdurrahman.

Menurutnya, total uang yang diberikan kepada Mukti Agung melalui orang kepercayaannya, Adi Jumal Widodo, mencapai Rp 342 juta.


Uang tersebut, lanjut dia, diperuntukkan dana operasional bupati yang diserahkan secara bertahap pada Mei 2022.

"Pak Adi Jumal menyampaikan uang operasional untuk bupati karena menjelang Lebaran banyak kebutuhan," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Bambang Setyo Widjanarko itu.

Sebelumnya, Bupati Pemalang nonaktif  Mukti Agung Wibowo didakwa menerima suap dan gratifikasi terkait promosi dan mutasi jabatan di lingkungan pemerintah daerah tersebut yang totalnya mencapai Rp 7,57 miliar.

Sidang digelar secara hibrida, di mana terdakwa Mukti Agung Wibowo menjalani persidangan dari ruang tahanan KPK di Jakarta.

Mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi / KPK menangkap Mukti Agung Wibowo yang saat itu Bupati Pemalang dalam sebuah operasi tangkap tangan atau OTT.

Mukti Agung Wibowo bersama lima pejabat terjaring operasi tangkap tangan pada Kamis (11/8/2022).  

KPK mengamankan uang tunai Rp 136 juta, rekening Bank Mandiri atas nama AJW berisi sekitar Rp 4 miliar, setoran uang atas nama AJW sebesar Rp 4000 juta.

Pada Jumat (12/8/2022) Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan bahwa Bupati Pemalang, Jawa Tengah Mukti Agung Wibowo dan lima orang lainnya sebagai tersangka kasus suap jual beli jabatan.

“Maka KPK malam ini menyampaikan dan mengumumkan beberapa orang yg masuk dalam kategori tersangka,” kata Firli, ketika itu Jumat (12/8/2022).

Adapun lima orang lainnya adalah AJW selaku Komisaris PT AU, penjabat Sekretaris Daerah SM, Kepala BPBD Pemalang SJ, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) YN, dan MS selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pemalang. Sebagai informasi,

KPK Kemudian menyangka Mukti dengan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved