Femalenial
Lydia Pransiska, HRD Muda Belajar Berani Memulai untuk Bisa Memimpin
Lydia Pransiska, perempuan asal Jambi yang tumbuh menjadi sosok visioner dengan profesi Human Resource Development (HRD).
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lydia Pransiska, perempuan asal Jambi yang tumbuh menjadi sosok visioner dengan profesi Human Resource Development (HRD).
Pada perusahaan tempatnya bekerja, mereka hanya menyebut jabatan itu sebagai HR.
"Saya pertama kali mempersiapkan cari info kerja jadi HR itu dari sebelum lulus kuliah. Ketika lulus, dan belum memiliki ijazah, saya langsung mendaftarkan diri di perusahaan ini," ungkap dia.
Berbekal dirinya yang telah menempuh pelatihan dari para dosen tentang bagaimana proses rekrutmen, dan segala penyerta ia memulai langkah pertamanya.
Bahkan ijazah yang belum di tangan itu ia siasati dengan surat keterangan lulus (SKL) dari kampus untuk menjadi bukti ke perusahaan dirinya memiliki tekad kuat.
Memasuki usia yang biasanya terjadi quarter life crisis, lalu ditandai dengan gejolak timbul dari diri sendiri menurut Lydia merupakan hal wajar.
Saat itulah menandakan bahwa seseorang memiliki keinginan untuk berkembang.
Baca juga: 25 Personil Humas Polda Jambi dan Jajaran Praktek Penulisan Berita di Tribun Jambi
Baca juga: Misteri Percakapan Putri Candrawati dan Brigadir Yosua di Kamar Magelang Setelah Pelecehan
"Selama perasaan nggak aman itu menjadikan kita termotivasi untuk mencari bagaimana ini baiknya," jelas dia.
Menjadi seorang HR muda bukanlah sesuatu yang mudah, karena harus mengurus banyak karyawan perusahaan.
Belum lagi ditambah permasalahan pribadi yang juga harus diselesaikannya.
Namun bagaimanapun ia harus bersikap profesional agar dapat memberikan yang terbaik bagi karyawan dan perusahaan.
Lydia merasakan untuk sampai di titik ini bukanlah sesuatu yang mudah ia lalui.
Baginya, memulai segala sesuatunya ia harus bisa menjadi pribadi yang 'berani dan mampu keluar dari zona nyaman'.
Menariknya, Lydia sempat ingin menjadi psikolog klinis sampai masa perkuliahannya.
Tetapi keinginan itu berubah setelah ia menyelami dunia psikologis non klinis saat bekerja.
"Bahkan psikologi klinis juga saya temui saat jadi HR, di mana saya harus memahami bahwa setiap karyawan memiliki permasalahan pribadi yang berbeda, dan cara penanganannya pun berbeda," ungkap dia. (Tribunjambi.com/Rara Khushshoh Azzahro)
Baca juga: Curhat Venna Melinda saat Berusaha Selamatkan Diri dari Serangan KDRT Ferry Irawan: Saya Didorong
Baca juga: 3 Keuntungan Ini Bikin RRQ Hoshi Masih Layak Jadi Kandidat Juara M4 Mobile Legends

NUKILAN:
Nama: Lydia Pransiska
Tempat tanggal lahir: Jambi, 28 Agustus 1998
Pendidikan: S1 Psikologi Unja
Hobi: membaca, dan travelling
Motto hidup: Just be brave
Instagram: @lydiapransiska
Prestasi: HR di perusahaan FnB (Teanol Group) sejak April 2021 berbekal Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Kampus
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Resep Nasi Goreng Jawa, Cocok untuk Bekal Anak Sekolah
Baca juga: Curhat Venna Melinda saat Berusaha Selamatkan Diri dari Serangan KDRT Ferry Irawan: Saya Didorong
Baca juga: Kader Jadi Tersangka dan Ditahan KPK, AHY Harap Penegakan Hukum di Indonesia Tidak Tebang Pilih
3 Keuntungan Ini Bikin RRQ Hoshi Masih Layak Jadi Kandidat Juara M4 Mobile Legends |
![]() |
---|
Curhat Venna Melinda saat Berusaha Selamatkan Diri dari Serangan KDRT Ferry Irawan: Saya Didorong |
![]() |
---|
Tim Macan Polres Merangin Tangkap Pengedar, Amankan 22,14 Gram Sabu dan Senjata Api |
![]() |
---|
25 Personil Humas Polda Jambi dan Jajaran Praktek Penulisan Berita di Tribun Jambi |
![]() |
---|
Misteri Percakapan Putri Candrawati dan Brigadir Yosua di Kamar Magelang Setelah Pelecehan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.