Berita Tebo

15 Desa Baru di Tebo Tidak Dapat Anggaran dari Desa Induk

15 desa baru di Kabupaten Tebo tidak mendapat anggaran 30 persen dari desa induk. Hal itu karena APBN telah lebih dulu disahkan.

Penulis: Sopianto | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Sopianto
Pelantikan Pjs Kades Giri Mulyo, Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - 15 desa baru di Kabupaten Tebo tidak mendapat anggaran 30 persen dari desa induk. Hal itu karena APBN telah lebih dulu disahkan.

"APBN disahkan bulan September, sementara desa pemekaran disetujui oleh Kemendagri bulan Oktober 2022 lalu," ungkap BUpati Tebo Aspan saat melantik Pjs Kepala Desa Giri Mulyo, Kecamatan Rimbo Ilir.

Aspan bilang, 15 desa sudah menjadi desa defenitif, untuk anggaran setiap desa baru akan ada dialokasi dari Pemerintah Provinsi Jambi sebesar Rp 100 juta.

"Untuk 15 desa pemekaran masing-masing mendapat 100 juta dari provinsi," kata Aspan.

Namun begitu, kata Aspan, Pemkab Tebo tidak tutup mata dan bakal mengupayakan alokasi anggaran pada perubahan.

"Mudah-mudahan kalo anggarannya mencukupi semua kebagian. Ini melihat kemampuan daerah juga untuk mensupport seluruh kebutuhan desa," jelasnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Malaysia Open 2023 Apriyani/Siti Fadia Lolos ke Semifinal

Baca juga: Ferdy Sambo Marah Karena Polisi Tak Izin Olah TKP di Duren Tiga: Nggak Tahu Itu Rumah Saya?

Baca juga: 15 Pjs Kades Dilantik Bergiliaran, Pemprov Jambi Anggarkan Rp 100 Juta per Desa Baru di Tebo

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved