Asap Rokok Penyebab Stunting

Paparan asap rokok juga dapat menghambat tumbuh kembang anak akibat terganggunya penyerapan asupan gizi.

Editor: Rahimin
ist
Kantor BPS - Asap Rokok Penyebab Stunting 

Oleh: Lisa Gusmanita, S.ST., M.E.

Statistisi Ahli Muda, BPS Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM - Keseriusan pemerintah dalam menangani stunting tertuang dalam target RPJMN 2020-2024 dimana salah satunya adalah penurunan prevalensi stunting.

Pemerintah memfokuskan pengelolaan sumber daya ekonomi baik pasokan maupun kualitas pangan di wilayah rentan kelaparan, stunting, kemiskinan, dan perbatasan. Capaian akhir pembangunan pada 2015-2019 dengan prevalensi stunting sebesar 27,7 persen, pemerintah menargetkan penurunan hingga 14 persen pada tahun 2024.

Pemenuhan layanan dasar penduduk memang sangat dibutuhkan untuk menurunkan prevalensi stunting yang cukup tinggi.

Data stunting berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), prevalensi stunting di Indonesia 2021 masih berada pada angka 24,4 persen atau sebanyak 5,22 juta balita.

Kemenko PMK (Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia) menjelaskan bahwa pemerintah akan memperkuat percepatan penurunan stunting melalui langkah-langkah intervensi.

Intervensi dilakukan sejak sebelum seorang ibu melahirkan hingga setelah kelahiran.

Menurut WHO (World Health Organization), stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis dan ditandai dengan tubuh pendek, rentan terhadap penyakit, memiliki tingkat kecerdasan di bawah normal serta produktivitas rendah.

Suatu wilayah dianggap kronis jika prevalensi stuntingnya berada di atas 20 persen.

Prevalensi stunting di Provinsi Jambi 2021 sebesar 22,4 persen yang berarti bahwa satu dari empat balita di Provinsi Jambi mengalami stunting.

Angka ini berada dibawah angka nasional tetapi masih berada pada level kronis. Prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Jambi terjadi di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 27,2 persen dan diikuti oleh Kabupaten Kerinci sebesar 26,7 persen dan Kabupaten Tebo 26,2 persen.

Kabupaten yang telah berhasil menurunkan prevalensi di bawah 20 persen adalah Kabupaten Merangin 19,8 persen, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 19,7 persen, dan Kota Jambi 17,4 persen.

Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk menurunkan angka stunting hingga empat persen setiap tahunnya atau target 12 persen di tahun 2024. Memang bukan hal yang mudah, tetapi kita pasti bisa untuk mencapainya.

Halaman
123
Baca Juga
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved