Wabah Sapi Ngorok, Pj Bupati Sarolangun Sebut Petani Terancam Rugi Ratusan Juta

Kasus sapi ngorok di Sarolangun sudah mencapai puluhan kasus, Pj Bupati minta para peternak segera melapor jika ternaknya terjangkit. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Sopianto
Sebanyak 25 kerbau di Tebo Tengah mati mendadak, diduga terserang penyakit septicaemia epizootica. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kasus sapi ngorok di Sarolangun sudah mencapai puluhan kasus, Pj Bupati minta para peternak segera melapor jika ternaknya terjangkit. 

Mendapat laporan dari masyarakat, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal langsung merespon  dan memantau kondisi ternak kerbau yang terkena serangan penyakit hewan tersebut.

Dari hasil penelusuran tersebut, diketahui ternak kerbau mati mendadak ini dikarenakan dampak serangan wabah penyakit Septicemia Epizootica atau penyakit ngorok (tagere).

Penyakit tersebut merupakan penyakit yang sering menyerang hewan atau ternak ruminansia khususnya sapi dan kerbau yang sifatnya akut atau fatal, penyakit ini sering terjadi terutama saat musim hujan tiba.

Baca juga: Kasus Ternak Ngorok di Sarolangun Capai Puluhan, Babinsa dan Dokter Hewan Turun Lakukan Vaksinasi

”Adanya laporan beberapa ekor ternak mati di Padang penggembalaan, saya langsung kontak kadis peternakan, dan pak camat, saya bilang coba cek di lapangan, dan saya langsung turun bersama petugas lapangan, sama dokter hewan memang ada beberapa ternak yang sudah mati kalau totalnya hampir 50 ekor,” ujar Bupati. 

Henrizal menyebutkan untuk menangani kasus penemuan tersebut ternak kerbau yang masih hidup langsung diberikan tindakan Penyuntikan Vaksin, namun karena jumlahnya banyak pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jambi untuk membantu obat dan vaksin.

Lanjutnya, akibat kejadian peternak kerbau di desa Bernai mengalami kerugian yang cukup besar, jika satu ekor ternak menghasilkan Rp 15 juta, maka 50 ekor ternak bisa mencapai Rp 600 juta kerugian yang dialami peternak.

Baca juga: Kasus Sapi Ngorok Masih Ada di Sarolangun, Puluhan Sapi Mati

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat khususnya peternak kerbau untuk melakukan pencegahan penyakit tersebut melakukan vaksinasi secara rutin dan melapor serta berkoordinasi petugas dokter hewan yang ada.

Ikuti berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved