Rabu, 13 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Batanghari

Terima Sertifikat Tanah Dari Menteri, Kelompok SAD 113: Ini Sangat Bermanfaat Bagi

Ia berharap penyelesaian konflik antara SAD 113 dengan PT BSU yang berlangsung selama 35 tahun dapat menjadi contoh penyelesaian konflik lahan

Tayang:
Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Rahimin
istimewa
Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto berdialog dengan masyarakt yang menerima sertifikat tanah. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tokoh masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) 113 berterimakasih secara langsung kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Hadi Tjahjanto atas diterimanya sertifikat tanah.

Hal itu diungkapkan Ramzi tokoh masyarakat SAD 113 saat memberikan testimoninya di acara penyerahan sertifikat tanah di Desa Singkawang, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, Rabu (21/12/2022).

"Kami berterimakasih kepada bapak yang sudah menyerahkan sertipikat kepada kami, ini sangat bermanfaat bagi kami," katanya.

Pada kesempatan itu juga, ia memohon untuk terus didampingi dalam membangun masyarakat SAD 113.

"Kami mohon nanti di situ untuk masalah pendidikan dan masalah lain, karena kami Suku Anak Dalam tidak tahu melangkah kami mohon bantuannya kepada Pak Menteri dan juga pemerintah daerah," ujarnya.

Satu tokoh masyarakat lainnya pun ikut memberikan testimoninya. Ia menyampaikan rasa terimakasihnya untuk penyelesaian konflik lahan tersebut.

"Belum pernah saya bermimpi pak untuk menerima sertipikat tanah ini. Belum pernah rasanya Menteri langsung menyerahkan sertipikat secara langsung di Batanghari ini," katanya.

Ia berharap penyelesaian konflik antara SAD 113 dengan PT Berkah Sawit Utama (BSU), yang berlangsung selama 35 tahun dapat menjadi contoh penyelesaian konflik lahan di Indonesia.

"Yang berakhir dengan damai, berakhir dengan senyuman," pungkasnya.

Sementara itu, Hadi Tjahjanto menyampaikan kesannya saat bertemu dua orang perwakilan SAD 113 di istana negara.

Ia mengaku telah bertemu beberapa kali bersama perwakilan SAD itu.

Hadi sengaja datang ke Provinsi Jambi karena keinginannya untuk bertemu kelompok SAD 113.

Mantan Panglima TNI ini ingin langsung memastikan setiap persoalan atau konflik lahan di setiap daerah.

"Begitu mendapatkan ada konflik lahan yang berlangsung selama 35 tahun, saya langsung berangkat ke Jambi ini. Saya sampaikan ini adalah permasalahan serius dan harus diselesaikan," ujarnya.

"Alhamdulillah semuanya bisa berjalan, tidak butuh waktu lama. Hanya butuh waktu tiga bulan, selesai," sambungnya.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved