Berita Muaro Jambi

Perputaran Uang Pencarian Barang Purbakala di Muaro Jambi Mencapai Miliaran Rupiah

Aksi pencurian diduga barang purbakala dikawasan cagar budaya di Suak Kandis Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi marak.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Muzakkir
Puluhan perahu ketek bersandar di Suak Kandis Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Aksi pencarian diduga barang purbakala di kawasan cagar budaya di Suak Kandis Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi marak.

Aksi ini dilakoni oleh warga pendatang dari Sumatera Selatan yang kebanyakan berdiam di Kelurahan Legok Kota Jambi.

Informasi yang dihimpun, aksi pencurian yang diduga benda purbakala dikawasan cagar budaya ini sudah dilakoni oleh sekelompok orang itu pada bulan Mei lalu.

Saat itu datang sekelompok orang menggunakan ketek atau boat dengan peralatan seperti oksigen, mesin penyedot dan lain sebagainya.

Mereka melakukan penyelaman hingga ke dasar sungai. Tak tanggung-tanggung, penyelaman mereka hingga puluhan meter dibawah dasar sungai.

Kegiatan yang mempertaruhkan nyawa itu dilakoni karena hasil yang mereka dapatkan cukup menjanjikan. Dalam satu Minggu, untuk satu orang pekerja berhasil mendapatkan uang sekitar Rp 2 hingga 3 juta. Tergantung benda apa yang mereka dapatkan.

Berdasarkan keterangan dari Edi selaku penyelam barang antik, penghasilan mereka ditentukan dengan barang apa yang mereka temukan didasar sungai tersebut.

"Kebanyakan gerabah. Tapi barang lain juga ada," kata Edi, Kamis (15/12).

Memang, kata Edi, pekerja yang melakoni kegiatan ini berasal dari luar Kumpeh, namun sebagian juga merupakan warga setempat.

"Sekitar dua persen pekerjaannya adalah pemuda setempat," katanya lagi.

Dia berharap agar pemerintah melegalkan apa yang mereka lakukan ini, sebab dia merasa kawasan ini bukan wilayah cagar budaya. Selain itu, dia juga mempertanyakan kenapa baru sekarang melarang mereka bekerja.

"Harus ada win-win solusinya. Nanti kalau kami tidak bekerja, anak isteri mau makan apa," katanya.

Berdasarkan penelusuran dilapangan, sejak keberadaan pencari barang antik itu hadir, perputaran uang di Suak Kandis luar biasa fantastis.

Yang datang kesini tidak hanya orang dari Jambi ataupun Sumsel saja, namun beberapa kali pernah datang kolektor dari luar negeri. Mereka datang kesini berani membeli barang antik itu mencapai ratusan juta rupiah.

Camat Kumpeh Ilir Kabupaten Muaro Jambi, Dicky menyebut, pihaknya sudah melakukan berbagai cara agar tindakan pencurian barang antik atau barang purbakala di Suak Kandis ini disetop.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved