Fantastis, Segini Harga Barang Antik yang Dicuri di Suak Kandis Jambi

Banyak Warga mencari barang antik di Sungai Batanghari, tepatnya di Suak Kandis, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi karena harganya tinggi.

Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Muzakkir
Puluhan perahu ketek bersandar di Suak Kandis Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Puluhan perahu ketek bersandar di Suak Kandis Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi.

Perahu ketek ini tidak seperti perahu ketek pada umumnya. Perahu ketek ini dilengkapi dengan mesin seperti penyedot air mesin pompa oksigen dan lain sebagainya.

Perahu ketik ini digunakan oleh warga untuk mencari barang antik atau barang purbakala yang ada di kawasan Suak Kandis. Warga yang mencari barang antik tersebut bukanlah warga setempat melainkan masyarakat dari Provinsi Sumatera Selatan. Di sini Mereka diduga di backup oleh masyarakat.

Sehari-hari mereka melakukan pencarian barang antik tersebut dengan menyelam ke dasar Sungai Batanghari. Mereka dengan sengaja merusak dasar sungai dengan alat-alat yang mereka bawa, tujuannya untuk mencari benda purbakala.

Informasi yang didapat, kawasan suaka di sini memang banyak didapat benda purbakala sebab di sini merupakan kawasan pelabuhan besar pada dahulu kala.

Baca juga: Marak Aksi Pencurian Barang Purbakala, Pemkab Muaro Jambi Turunkan Tim ke Suak Kandis

Kemungkinan waktu itu ada kapal-kapal yang tenggelam dan barang-barang milik masyarakat waktu itu terjatuh ke sungai.

Salah satu penambang yang dibincangi tribunjambi.com menyebut jika dikawasan Suak Kandis memang banyak didapat barang antik. Barang tersebut berupa mangkok, keris, cincin, emas dan lain sebagainya.

"Tergantung rezeki. Kalau lagi rezeki adolah dapatnyo," kata warga.

Soal harga, dirinya menyebut jika harga bervariasi tergantung dengan nilai yang ditawarkan oleh kolektor.

"Pernah ada yang dapat mangkok kecil, harganya Rp 40 juta," katanya lagi.

Sementara itu, warga setempat menyebut jika aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat yang mayoritas dari Sumatera Selatan itu hanyalah sebagai perusak lingkungan saja.

Baca juga: Pj Bupati Muaro Jambi Sebut akan Tindak Tegas Pelaku Pencurian Benda Purbakala

"Kasihan nelayan-nelayan kita disini. Dulunya mudah cari ikan, kini sudah tidak bisa cari ikan lagi," kata Muk warga Suak Kandis.

Katanya, pendapatan para pencari barang purbakala itu memang menjanjikan. Mereka bisa menghasilkan uang miliaran rupiah dalam satu bulannya. Namun demikian, tindakan yang dilakukan itu merupakan tindakan yang salah.

"Kasihan anak cucu kita nanti, mereka tinggal cerita saja. Kalau barang itu dinikmati orang sini masih mendingan, ini dinikmati oleh orang luar," imbuhnya. (*)

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Tribun Shopping

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved