Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sidang Ferdy Sambo

Keterangan Ahli Poligraf Bungkam Ferdy Sambo dan Kuat Maruf, Terindikasi Bohong

Sidang pembunuhan Brigadir Yosua, terungkap hasil uji poligraf 5 terdakwa yakni Ferdy Sambo, Kuat Maruf, Putri Candrawati, Bripka RR, Bharada E

Tayang:
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
CAPTURE KOMPAS TV
Ferdy Sambo mendengarkan keterangan ahli di sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Rabu (14/12/2022) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, terungkap hasil uji poligraf lima terdakwa yakni Ferdy Sambo, Kuat Maruf, Putri Candrawati, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer.

Ahli Poligraf Polri, Aji Febrianto Ar Rosyid, memberikan keterangannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022).

Berdasarkan yang disampaikannya, dari lima orang terdakwa itu, Richard Eliezer dan Ricky Rizal terindikasi jujur saat menjawab pertanyaan.

Sementara Ferdy Sambo dan Putri Candrawati terindikasi berbohong. Saat ahli membacakannya, terlihat kepala Ferdy Sambo geleng-geleng.

Sementara terdakwa Kuat Maruf menjalani dua kali pemeriksaan, pertama indikasi jujur, dan yang kedua indikasi bohong.

Soal yang dijawab jujur oleh Kuat Maruf adalah ketika diberi pertanyaan apakah kamu memergoki Putri Candrawati bersetubuh dengan Brigadir Yosua Hutabarat.

Pada uji poligraf atau test lie detector itu, Kuat Maruf menjawab tidak, dan terindikasi jujur.

Sementara pada pemeriksaan kedua, dia ditanya apakah melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir Yosua.

Ahli Poligraf, Aji Febrianto Ar Rosyid saat menyampaikan hasil uji poligraf lima terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Rabu (14/12/2022)
Ahli Poligraf, Aji Febrianto Ar Rosyid saat menyampaikan hasil uji poligraf lima terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Rabu (14/12/2022) (CAPTURE KOMPAS TV)

Dia menjawab tidak, dan hasilnya negatif, yang menjadi indikasi bohong. Ini jadi petunjuk bahwa Kuat Maruf melihat Sambo tembak Yosua.

Pertanyaan yang disampaikan kepada Ricki Rizal yang dijawab jujur adalah, apakah ada yang menyuruhnya mengambil senjata Yosua.

Dia menjawab tidak. Hasilnya berdasarkan uji poligraf adalah indikasi jujur.

Pada pemeriksaan kedua, dia ditanya apakah lihat Ferdy Sambo tembak Yosua.

Ricky menjawab tidak. Hasilnya indikasi jujur, yang menjadi petunjuk, sesuai keterangannya, tak melihat atasannya itu lakukan penembakan.

Sementara Bharada Richard Eliezer ditanyakan apakah memberikan keterangan palsu menembak Yosua. Dia menjawab tidak, dan indikasi jujur.

Pemeriksaan uji poligraf menggunakan scoring.
Bila skor negatif, maka jadi indikasi bohong, dan bila positif menjadi indikasi jujur.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved