Berita Tanjabtim

Cuaca Ekstrem Menghantui Masyarakat Pesisir Tanjung Jabung Timur

Angin kencang disertai awan gelap gulita melanda kawasan laut Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dalam beberapa har

Penulis: Rifani Halim | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Cuaca Ekstrem Menghantui Masyarakat Pesisir Tanjung Jabung Timur
Tribunjambi.com/Rifani Halim
Cuaca Ekstrem Menghantui Masyarakat Pesisir Tanjung Jabung Timur

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Angin kencang disertai awan gelap gulita melanda kawasan laut Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi, Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Leman salah satu nelayan Kampung Laut mengatakan, kejadian ini telah terjadi sejak beberapa waktu belakangan ini. Hal ini membuat aktivitas para nelayan cukup terganggu.

"Sudah beberapa hari ini, mungkin sudah satu minggu ini cuaca mulai ektrim ombak menjadi tinggi. Kalau sore ini awan sangat gelap ini terpaksa harus menunda aktivitas di laut," kata kepada Tribun Jambi, Rabu (14/12/2022).

Lanjutnya, akibat cuaca yang tidak mendukung saat ini, para nelayan terpaksa tidak melaut demi keselamatan.

"Kita tidak pergi melaut dulu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Kita ubah jam nelaya, kalau cuaca buruk kita pergi melaut mencari ikan saat pagi hari," kata Leman, anak muda yang berprofesi sebagai nelayan.

Sementara itu, fenomena alam yang jarang terjadi terlihat di langit Tanjab Timur beberapa hari lalu, saat hujan mengguyur wilayah pesisir sungai Batanghari yang ada disekitar Jembatan Muara Sabak (JMS), terlihat ada pusaran angin yang menyertainya.

Munculnya pusaran angin ini sendiri menyita perhatian warga sekitar dan sempat diabadikan menggunakan kamera seluler. Tidak berselang lama, fenomena itu pun lenyap dengan sendirinya.

Wahyu warga Sabak Timur berharap, dengan munculnya pusaran angin yang cukup besar itu, tidak berdampak buruk dan tidak akan membawa dampak negatif nantinya.

"Mudah-mudahan pusaran angin tu dak membesar kayak di TV tu. Dan mudah-mudahan be ini bukan pertanda buruk akan datangnya bencana alam," harapnya.

Lanjutnya, biasanya yang kerap melanda wilayahnya tersebut adalah angin puting beliung.

Dimana, saat bencana puting beliung itu tiba, akan membawa dampak buruk terhadap rumah warga serta dapat menumbangkan pepohonan besar.

"Kalau angin bentuk pusaran gitu baru ni lah sayo nampak. Tapi kalau angin puting beliung, sering terjadi di daerah kami ni," tuturnya.

Ia menambahkan, memasuki akhir tahun seperti ini, biasanya bencana alam seperti hujan deras yang disertai angin kencang dan juga banjir akan melanda wilayahnya.

"Kalau agenda tahunan di sini, kalau sudah mau akhir tahun biasanyo hujan deras, angin kencang, terus banjir dibeberapo wilayah yang ado di sini," tutupnya.

Baca juga: Ngaku Diperkosa, Tapi Putri Cari Yosua Setelah Kejadian, Psikolog Forensik Sangsikan Pengakuannya

Baca juga: Guru Honorer di SDN 171 Tanjabbar Terancam Diberhentikan Gegara Daftar PPPK, Kepsek: Sebatas Wacana

Baca juga: Angelina Sondakh Diam-diam Sudah Ada 4 Pabrik Uang Ini!

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved