Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pembunuhan Brigadir Yosua

Kesaksian Kuat Maruf dan Ricky Rizal Menguatkan Sinyal Perencanaan Pembunuhan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menggali keterangan Kuat Maruf dan Ricky Rizal tentang perencanaan pembunuhan brigadir yosua hutabarat

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNNEWS/JEPRIMA/KOLASE TRIBUNJAMBI
Ricky Rizal, Putri Candrawati, Kuat Maruf, di PN Jakarta Selatan, dalam sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat 

Perencanaan Pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menggali keterangan Kuat Maruf dan Ricky Rizal yang menjadi saksi untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawati, pada sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Selasa (13/12/2022).

Satu di antara poin yang digali oleh JPU dari kedua saksi ini adalah tentang dugaan perencanaan pembunuhan pada Brigadir Yosua.

Keduanya ditanyakan aktivitas yang dilakukan sesaat setelah korban tewas ditembak di komplek rumah dinas Polri di Duren Tiga No 46, Jakarta Selatan.

Kuat Maruf menjawab, dia saat itu diam saja. "Gemetaran," ungkapnya.

"Apakah tidak ada niat menolong, gitu?" tanya jaksa penuntut umum.

Kuat Maruf menjawab tidak memiliki keberanian kala itu, dia merasa ketakutan.

Jaksa kemudian menanyakan, apakah saksi memang sudah tahu bila saat itu Brigadir Yosua akan ditembak.

Dia membantahnya. "Kalau tahu (akan ada penembakan) saya akan lari, Pak," jawabnya.

Pertanyaan yang sama juga disampaikannya kepada Ricky Rizal yang merupakan seorang anggota Polri.

Dia beralasan saat terjadi penembakan itu dirinya masih berjalan ke arah Ferdy Sambo, tapi sempat mendengar Yosua mengatakan "ada apa Pak?" serta atasannya memerintahkan korban untuk jongkok.

Jaksa menyela jawabannya. Kembali menegaskan pertanyaannya, yakni apa yang dilakukan.

Dijawab Ricky Rizal, bahwa dia menjauh dari Yosua karena saat itu ada panggilan ke HT yang berasal dari Rommer.

Baca juga: Gelang Putri Candrawati Jadi Petunjuk Dugaan Terlibat Ganti HP Para Ajudan

Saat kembali melihat ke arah penembakan, dia melihat Ferdy Sambo sedang menembaki dinding.

Ditegaskan lagi oleh jaksa, mengapa pada saat itu tidak memberikan pertolongan kepada Yosua Hutabarat.

Ricky menjawab saat itu dirinya bingung dan kaget.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved