Pembunuhan Brigadir Yosua
Serpihan Peluru di Kepala Brigadir Yosua Tidak Identik dengan Senjata Bharada E
Hasil Uji Balistik, serpihan peluru di bagian Kepala Brigadir Yosua Hutabarat tidak identik dengan yang ditembak dari senjata Bharada Richard Eliezer
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM - Pengacara Bharada Richard Eliezer, Ronny Talapessy, mengungkap hasil uji balistik pada serpihak peluruh tubuh Brigadir Yosua Hutabarat.
Terungkap, ada dua serpihak di bagian kepala yang tidak identik dengan senjata yang digunakan Bharada Richard Eliezer yakni Glock 17.
Sementara uji balistik pada serpihak di pundak, ungkapnya, memang identik dengan pistol yang dipakai oleh kliennya.
Adapun serpihak di kepala yang tidak sesuai dengan senjata yang dipakai oleh Richard, menjadi petunjuk tembakan di kepala tak dilakukan Eliezer.
"Klien saya sampaikan bahwa Ferdy Sambo yang menembak," ungkapnya.
Tapi sayangnya, senjata itu tidak ditemukan di TKP, dan menyebutkan ada perusakan tempat kejadian perkara untuk mengaburkan fakta.
"CCTV tidak ada, senjata Ferdy Sambo juga tidak ada. Peluru di kepala, tapi tidak temukan pistolnya," ungkapnya.
Dia mengatakan, kalau luka di kepala Yosua akibat tembakan dari pistol Eliezer, maka sudah pasti akan teridentifikasi serpihan tersebut.
"Kita bicara hasil persidangan ya, hasilnya seperti itu," kata Ronny pada Program Kontroversi di Metro TV, dikutip pada Sabtu (9/12/2022).
Adapun senjata yang dimiliki oleh Eliezer adalah jenis glock 17, yang paling banyak berisi 17 peluru.
Kesaksian Eliezer di persidangan, tidak mengingat berapa banyak peluru yang ditambahkan ke senjata itu saat disuruh Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Sementara saat ditanyakan kepada saksi dari anggota Polri yang berasal dari anggota Polri persidangan, ternyata kebiasaan di kepolisian adalah tidak mengisi peluru hingga penuh.
"Kebiasaannya adalah tidak mengisi full karena akan macet," terang Ronny.
Fakta paling mengagetkannya adalah temuan adanya 8 selongsong di TKP yang berasal dari senjata jenis glock.
"Oke, kita katakanlah memang saat itu mengisi 17 peluru (full). Kalau ada (misalnya) ditembakkan 5, kok ada 8 selongsong?" ucapnya sambil tertawa.
Harusnya, bila ditembakkan 5 kali, maka hanya maksimal lima selongsong juga yang akan ditemukan di TKP. Selongsong adalah wadah proyektil peluru dan mesiu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20221209_Bharada-Richard-Eliezer-dan-Ferdy-Sambo.jpg)