Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru Meletus, Pendakian Ditutup Sementara

Gunung Semeru, Jawa Timur meletus, aktivitas pendakian ditutup sementara.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
DOK Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pantau Semeru
Erupsi gunung Semeru kembali terjadi, masyarakat diminta waspada 

TRIBUNJAMBI.COM - Pasca  Gunung Semeru, Jawa Timur meletus, aktivitas pendakian ditutup sementara.

Semeru sebelum terjadi erupsi adalah favorit pendaki dari berbagai daerah di Indonesia.

Akun instagram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK mengimbau warga agar tidak melakukan aktivitas apapun  sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Dalam keterangannya disebutkan bahwa sampai Minggu pagi tadi Gunung Semeru kembali meluncurkan guguran awan panasnya sejauh 10.000 meter ke tenggara dan selatan.

Saat ini status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga sehingga pendakian gunung masih ditutup.

Masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.


Masyarakat  di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat juga diminta waspada potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sementara itu dikutip dari keterangan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) Kementerian ESDM dijelaskan bahwa karakter Erupsi Gunung Api Semeru saat ini adalah berupa erupsi eksplosif yang berselang seling dengan erupsi efusif.

Tingkat aktivitas Gunung Api Semeru pada saat ini adalah Level III (Siaga) sejak 16 Desember 2021.

Sejak 1 November 2022 lalu tercatat letusan abu Gunung Semeru terjadi dengan rata-rata 88 kali erupsi per hari.

Awan panas guguran terjadi 2 kali dengan jarak luncur maksimal mencapai 4.5 km dari puncak.

Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi mencapai 50 – 1500 meter dari puncak.

Aktivitas kegempaan terekam 2919 kali Gempa Letusan, 2 kali Gempa Awan Panas, 81 Gempa Guguran, dan 137 kali Gempa Hembusan.

Artikel ini diolah dari Wartakotalive

Baca juga: Gunung Semeru Semburkan Awan Panas 1500 Meter, Warga Diminta Waspada

Baca juga: Erupsi Gunung Semeru Kembali Terjadi, Terpantau Asap Setinggi 400 Meter

Baca juga: Nekat Melintas, Pengendara Motor Terjatuh dan Nyaris Terseret Arus Banjir Lahar Semeru

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved