Perang Rusia Ukraina

Rusia Buka Pintu Damai untuk Ukraina, Joe Biden Siap Jadi Penengah

Rusia berpeluang damai dengan Ukraina dengan rencana pertemuan yang akan dilakukan ledua pemimpin

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
Militari.com
9000 tentara Rusia dikerahkan di perbatasan Belarus untuk menghalau pasukan Ukraina 

TRIBUNJAMBI.COM - Rusia berpeluang damai dengan Ukraina di tengah peperangan yang masih berlangsung.

Kremlin masih selalu membuka pintu jalan damai sejak invasi Februari silam.

Hal ini disampaikan Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat (2/12/2022).

Dijelaskannya jika  Presiden Vladimir Putin terbuka untuk berdialog dengan Presiden Zelensky.

Reaksi Moscow muncul setelah Presiden AS Joe Biden mengisyaratkan pembicaraan dengan pemimpin Rusia tersebut.


Dikutip dari Reuters, Peskov memberikan nada dovish ketika ditanya tentang pernyataan Biden.

"Presiden Putin selalu dan tetap terbuka untuk negosiasi guna memastikan kepentingan kami," kata Peskov kepada wartawan.

 Putin sempat mengatakan bahwa dia tidak menyesal telah meluncurkan apa yang dia sebut sebagai "operasi militer khusus" Rusia melawan Ukraina.

Khawatirkan Serangan Moscow

Ukraina mulai mengkhawatirkan rudal Rusia yang terus dikembangkan di tengah invasi yang masih berlangsung.

Serangan Kremlin hingga saat ini masih menghujani kota-kota besar dan membunuh lebih dari 13 ribu tentara.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba bahkan sudah meminta agar Uni Eropa beri sanksi tegas.

“Produksi rudal Rusia harus segera dihentikan,” cuit Kuleba.

Cuitan Dmytro Kuleba dibuat ketika ia melakukan pertemuan dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved