Senin, 4 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sidang Ferdy Sambo

Kamaruddin Sebut Ferdy Sambo Dendam Pada Brigadir Yosua Terkait Si Cantik

Kamaruddin Simanjuntak Mengatakan sudah lama Ferdy Sambo membenci Brigadir J, diduga karena telah membocorkan adanya si cantik kepada Putri Candrawati

Tayang:
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
KOLASE TRIBUN JAMBI
Terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo (kiri) dan Kuasa Hukum Bripka Ricky Rizal, Zena Dinda Defega (kanan) 

TRIBUNJAMBI.COM - Kamaruddin Simanjuntak, Kuasa Hukum Keluarga almarhum Yosua Hutabarat, mengatakan sudah lama Ferdy Sambo membenci Brigadir J.

Dia mengatakan, kebencian pada ajudan istrinya muncul terkait dengan keberadaan si cantik.

"Brigadir Yosua Hutabarat sebagai ajudan Putri ikut dianggap memberitahukan tentang si cantik," katanya.

Kamaruddin pun menghubungkan dengan kesaksian Bharada Richard Eliezer di persidangan, yang mengungkap ada peristiwa di rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka.

Dia melihat ada perempuan cantik yang menangis keluar dari rumah itu, lalu pulang naik Pajero warna hitam.

Peristiwa itu terungkap berawal dari Putri Candrawati yang pergi bersama ajudan termasuk Richard dan Yosua ke arah kemang, mutar-mutar beberapa saat di sana.

Selanjutnya mobil itu mengarah dari Kemang ke rumah Jalan Bangka. Richard tidak tahu mau ngapai di sana.

Saat itu dia diperintahkan di luar rumah. Sementara yang masuk ke dalam adalah Yosua dan Putri.

Tak lama setelah itu, dia melihat Ferdy Sambo datang, Richard pun masih ikut menyambutnya.

Setelah 2 jam di sana, dia melihat ada perempuan yang keluar dari rumah itu sambil menangis.

"Mereka kan sempat mencari-cari sambil bawa senjata laras panjang ke daerah Kemang, yang kemudian putar ke rumah Bangka. Di sana ternyata si cantik itu," kata Kamaruddin.

Dia mengatakan, perempuan yang dipergoki Bharada E menangis itu adalah salah satu dari si cantik.

Baca juga: Kesaksian Bharada E: Ferdy Sambo Masih Bisa Ketawa Usai Menembak Brigadir Yosua Hutabarat

"Ada lebih dari satu, itu ada yang berseragam coklat itu, yang disebut piala bergilir," terangnya.

Kamaruddin mengklaim, dia mendapatkan informasi itu dari seorang intelijennya, yang merupakan Jenderal dari Akpol 1987.

"Sejak dari situlah awal dendamnya FS. Makanya di bulan Juli dia sudah sering diancam," tuturnya, pada program Kontrversi Metro TV, dikutip Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, saat di Magelang, senjata Brigadir Yosua Hutabarat dilucuti oleh Ricky Rizal, sudah merupakan bagian dari perencanaan.

"Perencanaan itu sudah mereka rencanakan jauh-jauh hari. Makanya RR sudah melucuti senjatanya Yosua," ujarnya.

Kemudian saat tiba di Jakarta, mereka merencanakan lagi untuk eksekusi. "Jauh sebelum pembunuhan itu sudah mereka rencanakan dengan baik," katanya.

Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Keluarga alm Brigadir Yosua Hutabarat
Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Keluarga alm Brigadir Yosua Hutabarat (CAPTURE KOMPAS TV)

Ferdy Sambo membantah soal adanya perempuan cantik misterius yang keluar dari rumah di Jalan Bangka.

Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, mengatakan yang disampaikan Richard Eliezer di persidangan itu cuma karangan sendiri.

"Terkait keterangan RE di persidangan, saya tegaskan keterangan itu tidak benar, hanya karangan RE saja dan juga tidak ada dalam dakwaan klien kami," kata Arman Hanis saat dihubungi, Jumat (2/12/2022).

Sementara Zena Dinda Defega, kuasa hukum Bripka Ricky Rizal, pada acara yang sama mengatakan, kliennya tak ikut dalam perencanaan.

Dia bilang, saat di rumah Saguling, Ricky dipanggil untuk menghadap ke lantai tiga.

Saat itu yang terjadi di sana, Ferdy Sambo bertanya padanya apakah tahu kejadian di Magelang.

Ricky menjawab dia tidak tahu. Selanjutnya Ferdy bilang bahwa istrinya sudah dilecehkan Yosua.

"Di situ Ricky shock mendengarnya. Dia serba salah mau ngapain," jelas Zena.

Baca juga: Kesaksian Bharada E: Putri Candrawati Ikut Susun Rencana Pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat

Lalu Ferdy bilang kepada Ricky akan mengklarifikasi kepada Yosua.

"Kalau Yosua melawan, kamu berani nembak nggak?" kata Zena menjelaskan pertanyaan Ferdy Sambo kepada Ricky.

Pada saat itu, ucapnya, kliennya sudah mengatakan tak kuat mental untuk melakukan penembakan.

Pengacara Bharada Richard Eliezer, Ronny Talampessi, mengatakan yang dia baca di BAP Ricky juga memang demikian.

"Sifatnya memang seperti diskusi ya. Nanya berani nembak atau nggak," jelasnya.

Namun ketika Bharada E yang kemudian dipanggil ke lantai tiga, bukan lagi diskusi.

Ucapan Ferdy Sambo saat itu, katan Ronny, sudah jadi perintah, untuk nanti Bharada E menembak Yosua.

Ronny: Bharada E Sudah Berkata Jujur

Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer , Ronny Talapessy, mengatakan kliennya sudah jujur.

Pernyataan Bharada E juga jujur soal wanita cantik yang nangis saat keluar dari rumah Ferdy Sambo.

Sebagai justice collaborator, ucap dia, Bharada E memang dituntut harus jujur memberikan kesaksian

"Karena dia JC. Bharada E sudah berkata jujur," kata Ronny, dikonfirmasi, Sabtu (3/12/2022).

Menurutnya, pada kasus ini, siapa yang terlihat berbohong kepada banyak orang, siapa yang mencoba menutupi kasus, itu sudah terlihat jelas.

"Siapa yang merusak barang bukti, yang membuat skenario, itu juga kan terbukti di persidangan," kata Ronny.

Soal perempuan misterius bersama Elben, lanjut Ronny, pihaknya sudah menanyakan kepada petugas swab yang menjadi saksi di persidangan.

Pada list PCR, ungkapnya, memang juga tertera nama koh Elben.

"Elben ini juga yang aktif menemani perempuan tersebut," kata Ronny.

Pernyataan Bharada E soal perempuan ini memantik kecurigaan adanya keretakan rumah tangga Ferdy Sambo.

Namun Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, membantah hubungan suami istri yang jadi kliennya itu sedang ada masalah.

Dia bialng, hubungan Ferdy Sambo dengan Putri Candrawati baik-baik saja.

Hal itu juga dibuktikan saat keduanya merayakan hari ulang tahun pernikahan pada tanggal 7 Juli 2022 di Magelang.

"Mereka masih harmonis, salah satu buktinya 7 Juli perayaan anniversary perkawinan di Magelang, sudah kami sampaikan di persidangan sebelumnya," ujarnya.

Brigadir Yosua Hutabarat merupakan anggota Polri asal Jambi yang ditarik untuk menjadi ajudan Ferdy Sambo.

Setelah tiga tahun bertugas menjadi ajudan, dia tewas ditembak di Duren Tiga Nomor 46 pada 8 Juli 2022.

Kematian Yosua menyeret lima orang sebagai terdakwa yakni Ferdy Sambo, Kuat Maruf, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Putri Candrawati. (*)

Baca juga: Perempuan Cantik Menangis Keluar dari Rumah Ferdy Sambo, Pulang Naik Pajero

Baca juga: Viral, Perempuan Cantik Fans Ferdy Sambo Menerobos Ruang Sidang

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved