Breaking News:

Berita Jambi

Jalan Sridadi Rencananya Dibuka Senin Sore, Truk Batu Bara akan Segera Beroperasi

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah IV Jambi menyebut jalan Sridadi, Kabupaten Batanghari direncanakan akan dibuka Senin (5/12) sore

Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik
Kepala BPJN IV Jambi Christ 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah IV Jambi menyebut jalan Sridadi, Kabupaten Batanghari direncanakan akan dibuka Senin (5/12) sore mendatang.

Kepala BPJN IV Jambi Christ mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih berada di lokasi perbaikan jalan bersama Ditlantas Polda Jambi.

"Mulai dari tiga hari yang lalu ya, kami sudah melakukan penanganannya," katanya, Sabtu (3/12).

Dijelaskannya bahwa pihaknya turut dibantu dana dari pusat dalam penangan jalan tersebut. Christ mengaku jalan tersebut merupakan jalan dengan kondisu paling rusak.

"Sehingga kita mendapat tambahan untuk penanganannya yang mengalami kondisi paling rusak sekitar 1.2 km," ujarnya.

Dengan dibukanya jalan tersebut, kata Christ akan dapat dilalui truk bermuatan batu bara nantinya.

"Rencana dibuka senin sore, lusa, dua hari lagi," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris bersama BPJN, Ditlantas Polda Jambi, Dinas Perhubungan dan sejumlah OPD menggelar rapat penanganan angkutan batubara pada Minggu, 27 November 2022 malam.

Dalam rapat tersebut kata Haris, pihaknya membahas perbaikan jalan yang rusak di wilayah Sridadi, Kabupaten Batanghari dan solusi menangani kemacetan yang ditimbulkan.

"Sementara kita stop angkutan batubara, kita dapat laporan dari balai jalan bahwa mereka akan bekerja selama 3 Minggu, jika ini dilakukan maka akan sangat berdampak pada ekonomi kita," kata Al Haris saat diwawancarai, Senin, (28/11).

Kata Al Haris, sektor pertambangan adalah sektor terbesar kedua yang menyumbang devisa bagi Jambi sehingga dirinya berharap bahwa sektor pertambangan ini akan terus berjalan seiringan dengan perbaikan jalan.

"Maka dari itu, tadi malam kita ambil langkah dengan meminta tim terpadu dari korem 20 orang, dari ditlantas 30 orang, satpol PP 20 orang, perhubungan 20 orang untuk mengatur di sana agar tidak terjadi kemacetan," tuturnya.

Dijelaskan Gubernur bahwa pihaknya masih mempertimbangkan beberapa upaya yang akan diterapkan, agar angkutan batubara dapat berjalan seiring dengan perbaikan jalan yang rusak.

"Mungkin sebelah kiri bekerja lakukan pengecoran, lajur sebelah kanan kita buka namun diatur satu jam lewat angkutan batubara-nya, satu jam lagi masyarakat tapi ini masih dikaji lebih lanjut," jelas Haris.

Lebih lanjut kata Haris, dirinya tidak ingin memaksakan keadaan. Untuk itu, dia meminta Ditlantas Polda Jambi dan dinas perhubungan untuk melakukan pengecekan ke lokasi.

"Target pengecoran itu lima hari, kalau memang tidak bisa maka kita tunggu lima hari itu baru bisa jalan, intinya saya minta jangan sampai tiga Minggu angkutan batubara ini tidak jalan, karena itu menyangkut dari ekonomi sopir-sopir kita yang jumlahnya banyak juga," tutupnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Resep Pindang Patin, Tambahkan Jeruk Nipis untuk Kesegaran

Baca juga: Arsenal Ingin Saingi Aston Villa untuk Datangkan Tammy Abraham dari AS Roma

Baca juga: Piala Dunia 2022: Theo Hernandez Lewatkan Pelatihan Jelang Prancis Hadapi Polandia

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved