Dugaan Pelecehan Mahasiswi Kedokteran

Update Kasus Mahasiswi Kedokteran Dilecehkan, Oknum Perawat RSUD Raden Mattaher Diberhentikan

Kasus dugaan pelecehan mahasiswi kedokteran yang dilakukan oknum perawat masih ditangani pihak kepolisian. Oknum perawat sudah diberhentikan

Editor: Rahimin
kolase Tribunjambi.com
Kolase RSUD Raden Mattaher dan orangtua korban (kanan). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum perawat RSUD Raden Mattaher terhadap mahasiswi kedokteran yang sedang magang, masih bergulir di kepolisian.

Kasus dugaan pelecehan itu saat ini sudah ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Jambi.

Infor terbaru, pihak RSUD Raden Mattaher sudah memberhentikan sementara oknum perawat yang melakukan dugaan pelecehaan tersebut.

Bahkan, pihak RSUD Raden Mattaher langsung menanggapi perihal laporan dugaan pelecehan tersebut.

Kanit PPA Satreskrim Polresta Jambi Ipda Chrisvani Saruksuk mengatakan, kasus dugaan pelecehan tersebut telah dalam penyelidikan pihaknya.

"Benar kita terima laporannya, dan saat ini perkaranya sedang tahap penyelidikan," katanya, Rabu (30/11/2022).

Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap laporan pengaduan, dan pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi.

Sementara, dari rilis yang diterima Tribunjambi.com, pihak RSUD Raden Mattaher memberikan tanggapan terkait kasus itu.

Dari rilis disebutkan, Komkordik (Komite Koordinasi Pendidikan) dan Komite Etik Keperawatan RSUD Raden Mattaher Jambi melayangkan surat Berita Acara Pelaporan pada 2 November 2022, ditujukan langsung ke Dekan FK Unja dan Komkordik Kedokteran FKIK Unja untuk menindaklanjuti masalah itu.

Disebutkan, Direktur RSUD Raden Mattaher yang sedang dinas luar langsung menginstruksikan Wadiryan RSUD untuk menindaklajuti.

2 November 2022 sekira jam 14.00 WIB, perawat berinisial BP langsung dipanggil ke Komite Etik untuk dimintai keterangan.

Wadiryan memanggil semua pihak terkait, dari kepala ruangan, kepala instalasi, kabid pelayanan dan kabid keperawatan.

Untuk menindaklanjuti masalah itu, maka pada hari itu juga dikeluarkan surat pemberhentian sementara kepada BP (dalam hal ini karena belum ada hasil hukum pada yang bersangkutan.

Surat pemberhentian sementara itu terbit 3 November 2022, sambil menunggu hasil investigasi proses hukum tetap berjalan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved