Sidang Ferdy Sambo

Saksi Kombes Susanto Ngaku Tak Perhatikan Senjata Ferdy Sambo, Hanya Lihat Senpi Bharada E

Penasehat hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy cecar saksi eks Kabag Gakkum Provost Divpropam Polri, Kombes Susanto Haris terkait senjata api.

Editor: Suci Rahayu PK
GRAFIS TRBUNJAMBI
Ilustrasi. Brigadir Yosua dan Ferdy Sambo 

Update kasus Ferdy Sambo

TRIBUNJAMBI.COM - Penasehat hukum Richard Eliezer, Ronny Talapessy cecar saksi eks Kabag Gakkum Provost Divpropam Polri, Kombes Susanto Haris terkait senjata api.

Senjata api yang dilihat Kombes Susanto di TKP pembunuhan Brigadir Yosua menjadi penting.

Sebabnya, senjata api ini terkait dengan alat pembunuhan Brigadir Yosua.

Kombes Susanto hadir sebagai saksi di sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa Richard Eliezer (Bharada E), Ricky Rizal, dan Kuat Maruf pada Senin (28/11/2022).

Saat ditanya mengenai letak pistol Bharada Richard Eliezer, Susanto mengatakan Bharada E menyerahkan pistolnya secara sukarela, kemudian diletakkan di atas meja.

Namun ketika ditanya tentang senjata api Ferdy Sambo, ia mengaku tidak memperhatikan.

Baca juga: Agus Nurpatria Marah Besar soal Skenario Ferdy Sambo: Masa Kita Dikadalin

Baca juga: Samuel Terus Pantau Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua, Berharap Semua Saksi Berkata Jujur

Sementara itu, Susanto mengaku mengamankan barang bukti berupa pistol glock-17, magasin, dan anak peluru milik Bharada E. Ia memastikan peluru di dalam senjata Bharada E tersisa 12 butir.

Ia juga mengamankan Surat Izin Membawa dan Menggunakan Senjata Api (SIMMSA) serta KTP yang dimasukkan ke dalam plastik.

"Yang lain selongsong, pecahan kaca, proyektil itu kewenangan Polres Jakarta Selatan, karena kami hanya inventaris dinas," kata Susanto kepada Ronny, Senin (28/11/2022).

Ia juga mengaku tidak memakai sarung tangan saat mengambil barang bukti.

Saat Ronny Talapessy menunjukkan gambar kotak peluru, Susanto mengaku tidak mengetahui tentang kotak peluru tersebut. Ia mengatakan, dirinya tidak melihat dan memperhatikan adanya kotak tersebut.

Kemudian, Ronny juga menanyakan alasan Susanto mengambil alih barang bukti kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

"Sesuai tupoksi kami di susunan organisasi tata kerja di Mabes Polri, untuk Provos melakukan pengamanan, pengamatan, dan pengawasan terhadap materil, orang, dan kegiatan yang berkaitan dengan pelanggaran anggota Polri dan PNS pada Polri," kata Susanto menjawab pertanyaan Ronny.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved