Gempa Cianjur
Tak Punya BPJS, Bocah 3 Tahun Korban Gempa Cianjur Diduga Ditolak Rumah Sakit
Tidak menggunakan BPJS Kesehatan, bocah 3 tahun korban gempa Cinjur diduga ditolak rumah sakit
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang bocah 3 tahun korban gempa Cinjur diduga ditolak rumah sakit karena penangannya tidak menggunakan BPJS Kesehatan.
Hal ini terjadi di rumah sakit yang berada di kawasan Citeureup, Jawa Barat terhadap Ibriz Muttaqi.
Bocah malang itu mmenderita luka di bagian kepala hingga mengucurkan darah.
Ibriz dibawa ke rumah sakit swasta di kawasan Citeureup untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut setelah mendapat pertolongan pertama.
di Rumah Sakit tersebut korban hanya mendapatkan perlakuan dengan memperban kepalanya yang berdarah tersebut.
Pihak rumah sakit menolak untuk menangani lebih lanjut karena biayanya tidak ditanggung BPJS.
Kronologi penelantaran Ibriz tersebut diceritakan Rufaidah dia dan suaminya sedang berada di Jakarta.
Mendengar Ibriz menjadi korban gempa Cianjur, Rufaidah langsung mendatangi sang anak.
Ibriz kala itu ternyata sedang mendapatkan pertolongan pertama di RSUD Sayang Cianjur.
"Saya dan suami di Jakarta, anak dan abah saya di Cianjur," ucap Rufaidah kepada TribunJakarta, pada Jumat (25/11/2022).
"Saat saya mendengar anak jadi korban saya langsung ke Cianjur,"
"Anak saya sudah ditangani, sudah dijahit dan diperban RSUD Sayang Cianjur," imbuhnya.
Rufaidah lalu berniat untuk membawa anaknya menjalani perawatan yang lebih memadai ke daerah Citeureup.
"Saat disana saya tanya, anak saya sudah ditangani kepalanya kemudian apakah aman 3-4 jam perjalanan menuju Citereup. Kata dokter RSUD aman," kata Rufaidah.
"Yang saya pikirkan, saya minta rujukan ke faskes 1. Walau pertolongan pertama sudah dilakukan, hanya saja kami ingin adanya tindakan lanjutan, semisal rontgen dan CT scan. Karena ini kepala dan ini anak kecil," imbuhnya.
Di tengah perjalanan, jahitan kepala Ibriz yang belum kering, mendadak mengeluarkan darah.
Baju balita tersebut menjadi basah karena darah.
Sebelum membawa ke rumah sakit yang besar, Rufaidah mendatangi sebuah klinik di Citeureup dan meminta surat rujukan.
Dari pihak klinik, Rufaidah dirujuk ke sebuah rumah sakit swasta yang lokasinya tidak jauh.
"Nah dari Cianjur kita lewat jonggol, jahitan kepala anak saya yang belum kering itu rembes. Darah membasahi bajunya," kata Rufaidah.
"Pikiran saya adalah saya harus minta rujukan ke faskes 1 di Klinik Insani Citeureup,"
"Karena melihat kondisi anak saya penuh dengan darah, akhirnya dirujuk ke sebuah rumah sakit swasta yang berada di dekat Klinik Insani," imbuhnya.
Setibanya di rumah sakit swasta tersebut, luka yang ada di kepala Ibriz dibersihkan dan diperban kembali.
Namun pihak rumah sakit itu menolak untuk melakukan perawatan lebih lanjut kepada Ibriz.
Baca juga: Sambangi 3 Desa, Jurnalis Jakarta Utara Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Cianjur
Alasannya karena pasien korban bencana alam tidak dapat dicover BPJS Kesehatan.
"Kami dilayani ditangani diperban ulang dirapikan dibersihkan, namun untuk tindak lanjut keperatawan kami ditolak dengan alasan korban bencana tidak dikover BPJS," ucap Rufaidah.
"Dari situ kami pulang, di rumah sakit tersebut tidak ditolak mentah-mentah, tetap dilayani,"
"Jadi memang yang ditolak untuk tindakan lanjutnya, seperti di CT Scan, rontgen dan lain-lain,"
"Yang kami harapkan proses selanjutnya karena kami sendiri tidak tahu kalau anak seperti ini harus gimana tindakannya,"
"Tapi dapat jawaban seperti itu, kalo korban bencana tidak bisa di-cover BPJS," imbuhnya.
Karena sudah malam, Rufidah akhirnya memutuskan membawa Ibriz untuk pulang ke rumah.
Keesokan paginya, Rufaidah kembali menghubungi faskes 1, Klinik Insani Citeureup,
Dari pihak klinik lalu merujuk Rufaidah ke RSUD Ciawi.
"Kemudian karena sudah malam, kita pulang, kami domisili di Jakarta. Pulang dulu ke Salemba," ucap Rufaidah.
"Jadi kita hanya pulang ke rumah lalu besok paginya saya kontak ke dokter di faskes 1 di Klinik Insani dan diarahkan ke RSUD Ciawi," imbuhnya.
Berbeda dengan di rumah sakit swasta, di RSUD Ciawi, Ibriz dilayani dengan baik.
"Di sana kami dilayani selayaknya tanpa ada penolakan," kata Rufaidah.
Masih dalam perawatan di RSUD Ciawi, kondisi Ibriz belum stabil.
Balita laki-laki tersebut kini bahkan terpaksa mendapatkan transfusi darah, karena kadar hemoglobinnya rendah.
"Kami masih menunggu hasil rongsen dan CT scan, kondisi Ibriz naik turun, qodarullah hari ini HBnya rendah dan sedang proses tranfusi darah. Mohon doa untuk kelancaran tiap prosesnya," kata Rufaidah.
Rufaidah kemudian menyampaikan harapannya untuk pemerintah dan pihak rumah sakit terkait penanganan korban bencana alam.
"Harapan saya komunikasi semua pihak lebih baik lagi," ucap Rufaidah.
"Kalau pun memang korban bencana tidak ter-cover BPJS karena ada dana khusus untuk itu baiknya ada alur yang baik juga dari pemerintah ke semua RS agar tidak terkesan penolakan karena aturan atau hal sebagainya yang berhubungan dengan komunikasi," imbuhnya.
Hingga saat ini tim SAR masih melakukan pencarian terhadap 14 orang korban hilang dalam gempa Cianjur, Jawa Barat.
Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril menyebut sudah ada 318 kantong jenazah yang dievakuasi.
"Hingga pukul 17.00 WIB, total ada 318 jenazah yang telah dievakuasi," kata Jumaril dikutip TribunJabar.id.
Sebelumnya, kata Jumaril, tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumalah korban dalam kondisi meninggal dunia.
"Hari ini, delapan jenazah berhasil dievakuasi, enam jenazah di antaranya ditemukan di Desa Cijedil RT 03/01, dan dua jenazah ditemukan di area RM Sate Shinta," katanya.
Hingga sabtu malam (2711) tercatat warga mengungsi 73.693 orang.
"Saat ini korban yang dinyatakan masih hilang masih 14 orang," ucap Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Fajar Setyawan, dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu malam.
berdasarkan data ini juga ada tambahan korban luka-luka sejak awal kejadian berjumah 7.729 orang dengan perincian 545 luka berat, dan 7.134 luka ringan.
"Korban luka berat yang masih dirawat saat ini sebanyak 108 orang. Sementara untuk korban luka ringan yang sudah tertangani sudah kembali ke rumah masing-masing," ucapnya.
Artikel ini dilah dari Tribun Jakarta
Baca juga: 3 Truk Bantuan Kemanusiaan Dari Polda Jambi Disalurkan ke Korban Gempa Cianjur
Baca juga: 14 Korban Gempa Cianjur Belum Ditemukan, 318 Jenazah Telah Dievakuasi
Baca juga: 259 Gempa Susulan Goncang Cianjur, BMKG: Masih Perlu Waspada