Gempa Cianjur
Kang Emil Murka Ulah Oknum Ormas Copot Label Donatur Korban Gempa
Ulah oknum anggota ormas mencopot label identitas donatur yang memberi bantuan kepada para korban gempa Cianjur, Jawa Barat membuat Ridwan
Sebelumnya viral di media sosial, sejumlah orang di pokso korban gempa bumi di Cianjur mencabut stiker yang bertuliskan Aksi Kasih Gereja Injil.
Dalam video yang beredar di media sosial, awalnya terlihat seseorang memvideokan deretan tenda berkelir biru yang berlabel aksi kasih dari rumah ibadah dengan narasi yang cukup provokatif. Setelah itu, tampak sekelompok orang mencabuti label di tenda pengungsian tersebut.
Terpisah, Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan aksi pencopotan tersebut seharusnya tidak dilakukan. Sebab kemungkinan pihak yang memberikan bantuan tidak memiliki maksud tertentu selain kemanusiaan.
Herman berharap dalam gerakan kemanusiaan terlebih terkait kebencanaan di Cianjur, para donatur tidak menonjolkan label tertentu dari kelompoknya.
"Pencopotan itu salah, tapi menonjolkan label juga tidak benar. Kita sama-sama saling mengerti, membantu secara tulus tanpa label di bantuannya. Saya harap ini tidak terulang, dan kita fokus pada penanganan kebencanaan hingga pemulihan nantinya," pungkasnya.
300 Gempa Susulan
BMKG mencatat 300 gempa susulan yang terjadi pasca gempa di Cianjur, Jawa Barat bermagnitudo 5,6, pada Senin (21/11/2022) lalu.
Kepala BMKG Jabar Teguh Rahayu mengatakan, sejumlah gempa susulan masih terjadi di wilayah Cianjur dengan magnitudo terbesar 4,2 dan terkecil 1.0.
"Semenjak dari awal sampai pukul 11.00 WIB ini tercatat sudah ada sebanyak 300 kali gempa bumi susulan," katanya saat diwawancarai Posko BMKG di Pendopo Kabupaten Cianjur, Senin (28/11/2022).
Mengenai jumlah gempa susulan yang terjadi dalam satu hari, Teguh menyebut tidak sama berapa kali bahkan cenderung melemah setiap harinya.
"Ketika gempa magnitudo 5.6 satu sampai dua hari itu tercatat mencapai 30 hingga 40 kali gempa susulan. Sedangkan pekan ini hanya 2-5 kali gempa susulan," ucapnya.
Berdasarkan pantauan BMKG, gempa susulan yang terjadi tersebut kekuatannya sudah melemah, dan frekuensinya terus mengalami penurunan.
"Kami masih terus mengestimasi kapan gempa susulan ini akan berakhir. Gempa susulan ini akan terjadi sampai energinya habis, itu baru habis. Dan diperkirakan akan tejadi hingga 1-2 minggu," ucapnya.
Teguh menambahkan, saat ini petugas BMKG juga sudah disebar ke beberapa titik di Kabupaten Cianjur untuk memasang alat yang dapat mengetahui penyebab titik gempa.
"Pada rilis pertama kita mendugs bawah gempa ini penyebabnya sesar Cimandiri, karena itu kita memasang sejumlah alat. Alat-alat yang terpasang itu yaitu stasion risk," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/gubernur-jawa-barat-ridwan-kamil-3.jpg)